Ormas melakukan sweping tanpa polisi akan ditindak

Selasa, 17 Juli 2012 17:16 WIB | Dilihat 796 Kali
Petugas kepolisian melakukan sweeping terhadap minuman keras di sebuah supermarket. ANTARA/Musyawir)
Tasikmalaya (ANTARA News) - Organisasi masyarakat Islam di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan sweping terhadap lokasi yang disinyalir dijadikan tempat maksiat atau penjualan minuman keras, akan ditindak tegas sesuai peraturan yang ada, jika tanpa ada koordinasi dengan polisi.

"Jika bersikukuh, kami akan melakukan penangkapan dan memberikan sanksi tegas," kata Kepala Polisi Resort Kota Tasikmalaya, AKBP Gupuh Setiyono usai menggelar pemusnahan botol minuman keras, Selasa.

Terutama menjelang bulan ramadhan, Gupuh berharap organisasi masyarakat (ormas) yang ingin melakukan penertiban tempat maksiat, sebaiknya terlebih dahulu koordinasi dengan kepolisian.

Keberadaan polisi, kata Gupuh sudah menjadi kewajiban untuk menindak tegas terhadap pihak yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"Untuk masalah ini kami telah ingatkan dan disampaikan kepada seluruh Ormas Islam yang ada di Kota Tasikmalaya untuk tidak bertindak sendirian," katanya.

Sementara itu, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Tasikmalaya, Nurul Mubin mengatakan setuju dengan pernyataan polisi untuk selalu koordinasi setiap melakukan tindakan penertiban tempat maksiat.

Bahkan selama melakukan penertiban yang dilakukan FPI, kata Nurul terlebih dahulu koordinasi dengan kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Menurut dia, sudah seharusnya koordinasi berupa bentuk laporan kepada aparat yang berwajib dan meminta untuk segera ditindak, sehingga tidak organisasi massa yang menindaknya.

Namun jika laporan itu tidak cepat ditindak lanjuti dan terkesan dibiarkan, kata Nurul maka pihaknya yang akan melakukan penertiban tempat maksiat.

"Kalau aparat sendiri tidak bertindak cepat, sama kami sudah diinformasikan sampai tiga kali, maka jangan salahkan kami, jika kami yang bertindak," katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar menjaga kesucian bulan ramadhan dengan tidak mengganggu umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Ia berharap bulan ramadhan dan seterusnya harus terbebas dari peredaran minuman keras dan tempat maksiat atau penyakit masyarakat lainnya.

"Jangan sampai bulan ramadhan ini dikotori oleh masih beredarnya miras (minuman keras) dan penyakit masyarakat lainnya," katanya.***1***