MUI: atlet Pelatda PON wajib berpuasa

Jumat, 20 Juli 2012 17:15 WIB | Dilihat 1357 Kali
MUI (ANTARA News)
Bandung (ANTARA News) - Majelis Ulama Indoneia Jawa Barat mengimbau para atlet Pelatda PON XVIII/2012 Jawa Barat untuk bisa mengatur waktu agar mereka bisa menjalankan kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan.

"Atlet Pelatda PON XVIII/2012 Jabar yang berlatih di Jawa Barat wajib melakukan ibadah puasa, mereka harus mengatur waktu agar bisa berpuasa karena status mereka bukan dalam perjalanan jauh maupun mencari penghidupan," kata Ketua MUI Jawa Barat KH Hafidz Utsman di Bandung, Jumat.

Ia menyebutkan waktu latihan bisa dilakukan pengaturan jadwal yang memungkinkan atlet berlatih sambil berpuasa. Ia menyebutkan pertandingan dan PON itu bukan sesuatu kegiatan wajib sehingga tidak bisa dijadikan alasan atlet tidak berpuasa saat berlatih di Pelatda.

Namun demikian ia menyebutkan, pengecualian bagi atlet Pelatda PON XVIII/2012 Jawa Barat yang saat ini tengah berlatih di luar negeri tepatnya di Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, menurut Hafidz mereka bisa tidak berpuasa selama berlatih di sana karena statusnya dalam bepergian atau perjalanan.

"Atlet yang berlatih di luar negeri, bisa tidak berpuasa karena sedang dalam bepergian, namun mereka harus mengganti puasa di hari yang lain setelah kembali rumah masing-masing," kata Hafidz Utzman.

Ia meminta agar penafsiran tentang kewajiban atlet olahraga selama Bulan Puasa tidak keliru dan tidak disamaratakan dengan atlet yang sedang dalam status bepergian atau mendari penghidupan.

"Atlet yang bepergian boleh tidak berpuasa, namun harus mengganti, tidak bisa diganti dengan fidyah," katanya.

Lebih lanjut, Ketua MUI Jawa Barat menyebutkan tujuh orang yang diperbolehkan tidak berpuasa adalah mereka yang sakit, dalam bepergian atau di perjalanan, nifas, karena usia lanjut, ibu menyusui serta orang hilang ingatan.

Sementara itu Bulan Puasa kali ini bertepatan dengan pemusatan latihan atlet yang akan berlaga di PON XVIII/2012. Bulan Juli dan Agustus merupakan bulan terakhir persiapan tim Pelatda PON XVIII/2012 untuk membangun fisik dan stamina atlet.

Berbeda dengan PON-PON sebelumnya yang digelar sebelum Bulan Puasa, sehingga tidak ada masalah dengan persiapan atlet dalam latihan di Pelatda.

Sementara itu Ketua Umum KONI Jawa Barat H Azis Syarif meminta para atlet untuk bisa mengatur strategi dan waktu latihan yang disesuaikan dengan kondisi Bulan Puasa.

"Setiap cabang olahraga sudah menyesuaian program latihan pada Bulan Puasa, KONI hanya meminta agar mereka bisa melakukan penyesuian agar persiapan tetap bisa berjalan, disisi lain kewajiban atlet bisa ditunaikan," katanya.

Sementara itu Pelatih Tim Sepak Bola PON Jabar, Deny Syamsudin menyebutkan ia tetap akan menempa pemain dengan menu latihan yang maksimal untuk mencapai puncak penampilan di ajang PON XVIII/2012 yang akan digelar 9-20 September 2012.

"Pemain tetap akan menjalani latihan normal karena harus mengejar kondisi terbaik di PON, latihan sambil berpuasa tidak ada masalah dengan pemain," kata Deny yang menyebutkan ia tetap akan melakukan aklimatisasi termasuk menggelar beberapa uji tanding.

(S033/Y003)