Pasar murah digelar di sembilan lokasi Kota Penajam

Selasa, 24 Juli 2012 05:53 WIB | Dilihat 2367 Kali
Ilsutrasi. Seorang pekerja mengangkut beras yang dijual di pasar murah menyambut bulan Ramadhan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (13/7). Pemerintah Aceh menggelar pasar murah di 11 kabupaten/kota untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan 1433 Hijriah. (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)

Penajam (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pasar murah di sembilan lokasi di Penajam selama Ramadhan 1433 Hijriah.

"Peserta pasar murah Ramadhan terdiri dari pelaku usaha kecil sebanyak 45 stan, dan operasi pasar murah bekerja sama antara Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan dengan Indomarco dan H Sadikun," kata Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Arnold Wayong di Penajam, Senin (23/7).

Sejak awal Ramadhan pada 21 Juli 2012, pasar murah Pemkab itu telah digelar di Terminal Penajam pukul 14.00-18.00 Wita.

Kegiatan serupa akan dilangsungkan di Kelurahan Petung pada Rabu (1/8), kemudian di Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam pada Kamis (2/8), lalu di halaman Kantor Desa Bangun Mulyo, Kecamatan Waru pada Kamis (6/8), yang masing masing dimulai pukul 10.00 sampai pukul 14.00 Wita.

Di hari berikutnya, pasar murah dilangsungkan di halaman Kantor Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Jumat (7/8), kemudian di halaman Kantor Desa Gunung Mulya, Kecamatan Babulu pada Sabtu (8/8), dilanjutkan di halaman Kantor Desa Rawa Mulya pada Minggu (9/8).

Lalu di halaman Kantor Desa Maridan, Kecamatan Sepaku pada Senin (13/8), dan terakhir di Kantor Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Selasa (14/8) pada waktu yang sama.

Menurut Wayong, Pemkab PPU juga menggratiskan stan-stan yang ditempati para pedagang tersebut.

Pasar murah ini menjual berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, tepung beras, gula, kopi, teh, dan lain-lain.

Sesuai namanya, di pasar murah ini, harga-harga barang-barang kebutuhan tersebut lebih murah beberapa ribu rupiah dibandingkan harga pasar normalnya, apalagi harga-harga yang tengah melonjak sekarang karena meningkatnya permintaan dengan alasan Ramadhan.

"Pasar murah ini kami harapkan dapat meringankan biaya hidup masyarakat, terutama warga kurang mampu, setidak-tidaknya selama Ramadan ini," kata Arnold Wayong.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan itu juga menyebutkan, bahwa operasi pasar sekaligus pasar murah ini juga bertujuan memberi pendidikan dan perlindungan kepada konsumen dari peredaran barang berbahaya bagi kesehatan yang kerap menjadi bagian dari makanan, apakah sebagai bahan pengawet atau zat pewarna, atau bahkan ada di peralatan makan.

"Kami beri informasi mengenai bagaimana makanan yang mengandung formalin, melamin, borax, kadaluarsa, cacat produksi, serta kemasan yang sudah tidak layak," demikian Kepala Dinas UKM Perindustrian dan Perdagangan Arnold Wayong.

(KR-NVA/A041)