Ramadan Festival jual kebutuhan pokok murah bersubsidi

Jumat, 27 Juli 2012 19:58 WIB | Dilihat 1874 Kali
Bandung (ANTARA News) - Ramadan Festival 2012 yang menggelar produk Koperasi dan UMKM di Jawa Barat, menjual kebutuhan pokok dengan subsidi hingga 30 persen di Gedung Sentra Inkubasi Bisnis dan Koperasi (Senbik) di Kota Bandung, 28 Juli--12 Agustus 2012.

"Kegiatan Ramadan Festival ini digelar dua minggu penuh untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus sebagai ajang menyediakan sembako murah bagi masyarakat dengan subsidi hingga 30 persen," kata Ketua Panitia Ramfes 2012 Andra A Ludin di Bandung, Jumat.

Kegiatan yang digelar secara indoor itu memamerkan dan memasarkan produk Koperasi dan UMKM di Jabar seperti produk tekstil, aksesoris, daging segar, ikan segar, buah-buahan, sayuran, makanan dan minuman bersertifikat halal serta kebutuhan rumah tangga lainnya yang berkualitas.

Menurut Andra, kegiatan bazaar itu buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Sindikat Kuliner akan berpartisipasi aktif dalam Ramfes 2012. Beberapa anggota Sindikat Kuliner Bandung yang siap berpartisipasi di antaranya Batagor Hanimun, Bakso Cuanki, Tahu Pop, Nasi Liwet Instan 1001.

Sementara Ketua Panitia Ramfes 2012 Yaya Sunarya mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu wahana bagi koperasi dan UMKM untuk memasarkan berbagai produknya.

"Salah satu kendala yang dihadapi koperasi dan UMKM adalah keterbatasan akses pasar. Harapan kita lewat ajang ini akan tercipta jejaring bisnis di antara pelaku UMKM maupun dengan masyarakat," kata Yaya.

Menurutnya, berjejaring di era global bagi koperasi dan UMKM mutlak dilakukan karena globalisasi menciptakan persaingan bisnis yang tak jarang bisa mematikan pelaku usaha baik koperasi, UMKM, bahkan besar.

Dalam menghadapi persaingan ini, koperasi dan UMKM harus berkelompok serta dilakukan secara kolektif.

"Saya yakin dengan berkelompok hasilnya lebih maksimal. Untuk itu, lewat kegiatan ini kita akan mendorong pelaku koperasi dan UMKM untuk bersama-sama menghadapi pasar global," kata Yaya Sunarya menambahkan.
(S033/I007)