Cincau hitam mendadak laris

Sabtu, 28 Juli 2012 14:47 WIB | Dilihat 3423 Kali
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Madiun (ANTARA News) - Penjualan cincau hitam hasil industri rumah tangga pembuatan cincau di Desa Jatisari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meningkat signifikan selama Ramadan akibat tingginya permintaan dari konsumen.

"Permintaan memang naik drastis. Biasanya saya hanya membuat dua drum cincau hitam, tapi sejak bulan puasa, saya bisa membuat hingga 10 drum lebih dan itu selalu habis setiap harinya," ujar Puryanto, pemilik usaha cincau di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Sabtu.

Di Desa Jatisari hanya ada dua industri rumah tangga pembuatan cincau hitam, namun saat Ramadan seperti ini, jumlahnya bisa bertambah hingga belasan karena menjadi usaha musiman sejumlah warga lainnya meski hanya memproduksi kecil.

"Momen puasa menyebabkan permintaan meningkat tajam. Sebab, banyak ibu rumah tangga yang melengkapi menu sajian berbuka dengan minuman cincau atau janggelan ini. Kami sangat diuntungkan setiap bulan Ramadan," kata dia.

Selain ibu rumah tangga, pembelinya memang sebagian besar berasal dari para penjual es dan cincau di pasar-pasar Madiun, Magetan, Ngawi, dan bahkan hingga Ponorogo.

Karena tingginya permintaan, keluarga Puryanto menaikkan harga jual cincaunya dari Rp8.000 per ember menjadi Rp10.000. Setiap satu drum, bisa dijadikan hingga 17 ember cincau hitam.

Usaha pembuatan cincau hitam ini merupakan usaha turun-temurun dari keluarganya. Puasa tahun lalu, ia masih memproduksi bersama ibunya, Kasih. Tahun ini dia memproduksi bersama saudaranya Gunawan. 

Sayang, tumbuhan cincau tersebut sulit ditemukan di wilayah Madiun dan sekitarnya.

"Bahan bakunya terpaksa didatangkan dari Magetan dan Pacitan. Satu kilogram daun cincau harganya mencapai Rp12.000. Kami sudah menyetoknya sejak sebelum bulan puasa, sebab jika tidak mempersiapkan lebih dulu, akan sulit untuk mendapatkannya di pasaran," kata dia.

Pembuatan cincau hitam tergolong mudah. Daun cincau hitam seberat dua kilogram dicampurkan ke dalam air mendidih yang sudah disiapkan di dalam drum. Tunggu selama satu hingga dua jam sambil sesekali diaduk. Setelah mencampur, larutan cincau hitam langsung dituang ke cetakan ember yang sudah disediakan.

Setelah dingin dan menjadi jel, cincau hitam sudah dapat dimakan sebagai campuran es maupun kolak, sedangkan ampasnya dapat digunakan sebagai makanan ternak.

(ANTARA/M026)