Kemenag Dumai tetapkan besaran fitrah dimulai Rp17.500

Kamis, 02 Agustus 2012 11:23 WIB | Dilihat 3399 Kali
Ilustrasi. Seorang petugas dari Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) membacakan doa usai warga membaya zakat di sebuah Mal, Kelapadua, kabupaten Tangerang, Senin (30/7). PKPU di wilayah Tangerang menyebarkan beberapa petugas dan relawan untuk menjemput zakat,infaq dan sodaqoh di berbagai titik seperti perkantoran, masjid dan beberapa mal di kawasan Tangerang selama bulan Ramadhan 1433 H. (FOTO ANTARA/Lucky.R)
Dumai, Riau (ANTARA News) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai, Provinsi Riau, menetapkan besaran terendah pembayaran zakat fitrah 1433 Hijriah sebesar Rp 17.500 per kepala.

Kepala Seksi Zakat dan Infaq pada Kemenag Dumai, Zulkifli, Kamis menyatakan, penetapan fitrah sebesar Rp 17,500 tersebut bagi yang mengkonsumsi beras terendah seharga Rp 7.000 per kilogram dikalikan 2,5 kilogram.

Sedangkan fitrah tertinggi yang mesti dibayarkan umat muslim kota Dumai dengan konsumsi beras Rp 15.000 per kilogram adalah Rp 37.500 per kepala.

Penetapan besaran zakat fitrah berdasarkan surat edaran (SE) Kemenag Dumai nomor 04.6/05/BA.00/470/2012 tentang nilai zakat fitrah, fidiyah, kifarat dan zakat maal sebagai acuan amil dalam pelaksanaan zakat fitrah tahun 2012.

"Dengan telah terbitnya edaran ini, artinya masyarakat muslim kota Dumai sudah bisa membayarkan zakat fitrahnya kepada amil zakat dan tidak melalaikannya," papar Zulkifli.

Dikatakan dia, dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah ini haruslah disesuaikan dengan konsumsi beras sehari-hari. Karena juga dengan membayar fitrah ini merupakan penggenapan dari rukun Islam sekaligus perintah Allah SWT kepada umat manusia.

Pelaksanaan zakat sekali setahun setiap akan memasuki Hari Raya Idul Fitri ini, lanjutnya, hendaknya diserahkan kepada panitia amil zakat yang ada di setiap masjid dan mushalla lingkungan tempat tinggal.

"Zakat harus disalurkan kepada mustahik yang tergolong dalam delapan asnaf yang berhak di lingkungan sekitar dan sebaiknya dibayarkan lebih awal sebelum masuk lebaran," terangnya.

Dalam pembagian zakat fitrah ini hendaknya tepat sasaran dan mengutamakan fakir miskin untuk membahagiakan mereka di saat hari kemenangan. Pembagiannya diharapkan proporsional dengan memperhatikan jumlah mustahiq yang tergolong asnaf.

(KR-AZK/Y008)