Garuda layani penerbangan Makassar-Singapura di hari raya

Rabu, 15 Agustus 2012 14:48 WIB | Dilihat 3677 Kali
Makassar (ANTARA News) - Maskapai Penerbangan Garuda Airlines pada hari raya dan setelah Idul Fitri 1433 Hijriah tetap membuka jalur penerbangan internasional rute Makassar-Singapura, kata Vice President Eastern Indonesia Garuda Region Makassar, Rosyinah.

"Untuk penerbangan Makassar-Singapura kita tetap membukanya pada saat hari raya dan pasca-lebaran Idul Fitri karena daftar isian untuk penerbangan internasional ini cukup tinggi," ujarnya di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, penerbangan internasional dari Makassar menuju Singapura itu juga membuka peluang untuk mengambil penumpang lainnya di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Meskipun rute ke Singapura masih harus transit di Bandara Sepinggan Balikpapan, namun dirinya menegaskan, jika penerbangan tersebut bukanlah penerbangan domestik, melainkan penerbangan internasional.

Penerbangan langsung Makassar-Singapura memang telah dibuka selama setahun oleh Garuda. Namun, Rosyinah menilai, faktor beban (load factor) raihan jumlah penumpang belum sesuai harapan.

Ia mengungkapkan, load factor penerbangan langsung Makassar-Singapura masih sekitar 60 persen. Begitu pula dengan penerbangan Singapura-Makassar yang disebutnya rendah dan lebih kecil dibanding rute Makassar-Singapura.

Garuda terbang perdana melayani rute Makassar-Singapura dengan pesawat jenis Boeing 737-500 pada 1 Juli 2011 dimana rute dengan frekuensi penerbangan satu kali sehari pergi pulang ini, dibuka menjawab pertumbuhan ekonomi Sulsel dan KTI yang dinilai berkembang pesat.

"Evaluasi terhadap rute ini terus dilakukan dan saat ini masih terus berjalan. Kami mengupayakan agar load factor Singapura-Makassar bisa maksimal. Sekarang sedang di mix flight-nya," katanya.

Ia pun menimpali, "Jika penerbangan ini sudah bagus, maka ekspansi ke rute lainnya kemungkinan akan segera dibuka, tapi dalam waktu dekat ini belum dilakukan."

Selain itu, ia mengemukakan, untuk terus mendongkrak tingkat isian untuk rute Makassar-Singapura dan begitupula sebaliknya, maka segala cara diupayakan untuk mendongkrak peningkatan jumlah isian tersebut.

Beberapa cara yang dilakukan, menurut dia, melakukan analisa dan mengutus tenaga pemasaran langsung ke Singapura untuk bekerjasama dengan beberapa agen perjalanan wisata.

"Awalnya saat pertama dibuka rute ini, tingkat isian hanya sekitar 15 persen dan sampai sekarang tingkat isian sudah mencapai angka 60 persen, tetapi tidak dibarengi dengan tingkat isian rute Singapura-Makassar," katanya menambahkan. (*)