Karimun semarak dengan festival lampu colok

Rabu, 15 Agustus 2012 23:43 WIB | Dilihat 4211 Kali
Karimun, Kepri (ANTARA News) - Sejumlah gapura berbentuk miniatur masjid yang disinari rangkaian pelita menyemarakkan festival lampu colok di tiga kecamatan Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu malam.

Gapura-gapura berbentuk miniatur masjid terdapat di Kelurahan Sei Raya di Kecamatan Meral, Kelurahan Teluk Uma, Kelurahan Tebing, Kelurahan Kapling, Kampung Harapan di Kecamatan Tebing, serta di sejumlah perkampungan di Kecamatan Tanjung Balai Karimun.

Rangkaian pelita tersebut memantulkan cahaya kemerahan dari sumbu dalam wadah terbuat dari kaleng dengan menggunakan minyak tanah.

Gapura-gapura tersebut mulai menyala sekitar pukul 20.30 WIB bersamaan dengan selesainya salat tarawih berjamaah di masjid-masjid.

Di Kelurahan Teluk Uma Tebing, jalan sepanjang 500 meter memerah dengan api lampu colok yang dipasang di kiri kanan jalan. Suasana malam di kelurahan tersebut makin semarak dengan gapura berbentuk masjid yang tampak menjulang dan juga menyala dengan api lampu colok.

Sementara itu, lalu lintas kendaraan di lokasi gapura menjadi padat dengan warga yang berkeliling untuk menyaksikan festival lampu colok yang diresmikan pada Rabu sore.

Sejumlah polisi dikerahkan untuk mengurai kemacetan akibat lalu lintas kendaraan yang nyaris memacetkan ruas jalan dekat gapura.

Eko, seorang warga Teluk Uma mengatakan gapura untuk pemasangan lampu colok dibangun sejak sepekan lalu dengan menggunakan dana swadaya masyarakat.

Gapura tersebut terbuat dari kayu yang dirangkai dengan kawat tempat rangkaian lampu pelita yang disebut lampu colok.

"Ada seribuan lampu colok yang dinyalakan mulai malam ini. Puncaknya pada malam ke-27 Ramadhan atau malam tujuh likur," kata dia.

Meski tampak semarak, pelaksanaan festival lampu colok tidak semeriah tahun lalu. Kelurahan Sei Raya di Meral yang pada tahun lalu membangun tiga gapura colok, pada tahun ini hanya satu.

"Tahun lalu, di kiri kanan jalan Sei Raya berjejer lampu pelita yang menyala, tapi sekarang tidak ada lagi," kata Mahmud," warga Sei Raya.

Festival lampu colok merupakan tradisi masyarakat Melayu yang diwariskan secara turun temurun dalam menyambut malam 27 Ramadan.

Menurut kepercayaan warga, penyalaan lampu colok di sekeliling rumah dan pinggir jalan bertujuan untuk menyambut turunnya malaikat pada malam lailatul qadar.

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun Syuryaminsyah mengatakan, pihaknya menyediakan hadiah kepada pemenang festival.

"Gapura colok terbaik mendapatkan uang pembinaan dari panitia yang diumumkan pada malam takbiran. Penilaiannya berdasarkan keindahan gapura dan keserasian api lampu colok," ucapnya.

(KR-RDT/A013)