Pendapatan sopir taksi justru naik jelang Lebaran

Jumat, 17 Agustus 2012 11:19 WIB | Dilihat 1904 Kali
Pengemudi taksi perempuan Bluebird berbincang seputar penghasilan mereka di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. (ANTARA/Fanny Octavianus)
Jakarta (ANTARA News) - Omset taksi Jakarta menjelang Lebaran justru meningkat, meskipun jumlah penduduk ibukota berkurang akibat ditinggal para pemudik Lebaran.

Japet Sitepu, seorang sopir taksi yang lagi mangkal di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, mengaku pendapatannya meningkat pada beberapa hari belakangan sebelum Idul Fitri ini.

"Memang sih ada warga yang mudik. Tapi warga yang tidak mudik itu cenderung jalan-jalan ke mal untuk belanja dengan naik taksi, jadi kami untung walaupun pendapatan hanya naik sedikit dari hari biasa," kata Japet kepada ANTARA News.

Dia menceritakan, pada awal puasa dia sempat kesulitan mendapatkan penumpang karena warga mungkin engga pergi ke pusat perbelanjaan saat awal Ramadan.

"Awal-awal puasa itu susah sekali cari penumpang. Pendapatan saya turun 50 persen," kata dia.

Dia mengaku, pada hari biasa, dia bisa mendapatkan Rp600 ribu. Namun pada awal bulan puasa malah dia memperoleh paling banyak Rp400 ribu.

"Kalau pendapatan awal bulan puasa itu kami sering nombok. Karena uang makan, uang bensin lebih besar dari setoran yang didapat," kata Japet.

Namun kini keadaan berbalik dan Japet mengharapkan dua hari sebelum lebaran ini warga yang mendapat THR akan berbelanja sehingga ada peluang bagi supir-supir taksi untuk mendapat uang setoran lebih besar.

Japet harus membiayai dua anak gadisnya yang sedang sekolah di SMA dan kuliah pada satu universitas. Setoran Rp600 ribu per hari dia rasakan tidak mencukupi kebutuhan pokok dan biaya pendidikan anaknya.

"Kalau saya dapat 600 ribu rupiah, itu 50 persennya harus disetorkan ke pool atau pemilik taksi. Belum lagi saya harus keluar uang bensin dan makan," kata dia.

Dia juga menceritakn duka lain sopir taksi menjelang Lebaran tahun ini yaitu jalanan macet yang disebutnya mempengaruhi pendapatan para sopir taksi.

"Kalau macet argo memang tetap berputar, tapi waktu habis di jalan. Sehingga harusnya bisa dapat dua penumpang, ini cuma dapat satu penumpang, jadi secara itung-itungan kami rugi," kata dia.

Senada dengan Japet, Boy, supir taksi lainnya, mengatakan menjelang Lebaran pendapatannya sedikit meningkat karena temannya sesama sopir taksi pergi mudik sehingga saingan berkurang.

"Memang warga banyak yang mudik, tapi kami dapat celah karena teman kami juga ada yang mudik, jadi saingan berkurang lah," ujar Boy.

Boy berharap pemerintah segera menuntaskan masalah kemacetan di Jakarta, agar pendapatan angkutan umum menjadi lebih besar.

(SDP-47)