Pemudik perlu waspadai "heatstroke"

Jumat, 17 Agustus 2012 13:36 WIB | Dilihat 2622 Kali
Dokumen foto pos komando (posko) kesehatan mudik Lebaran. (ANTARA/ Dhoni Setiawan)
Semarang (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Dinkes Jateng) mengimbau para pemudik perlu mewaspadai  serangan stroke lantaran kondisi kepanasan (heatstroke), karenat cuaca akhir-akhir ini memang menyengat.

"Suhu cuaca akhir-akhir ini memang panas, berada di kisaran 32 hingga 34 derajat Celcius. Cukup panas dibandingkan Lebaran tahun lalu yang sering hujan," kata Kepala Dinkes Jateng, Anung Sugihantono, di Semarang, Jumat.

Heatstroke adalah kondisi suhu tubuh sangat tinggi yang dapat disebabkan oleh kenaikan suhu lingkungan dan aktivitas tinggi. Sengatan panas ini, menurut dia, dapat memicu komplikasi mematikan atau kerusakan otak dan organ internal lain.

Dengan cuaca yang panas menyengat, kata dia, para pemudik yang bepergian dengan menggunakan sepeda motor, terutama di siang hari memang harus waspada, dan sebaiknya tidak memaksakan diri pergi di tengah terik matahari.

Ia mengatakan, kondisi cuaca yang panas disertai debu juga berpotensi membuat iritasi selaput lendir, terutama pada mata, hidung, dan tenggorokan sehingga para pemudik bermotor harus melengkapi diri dengan pelindung.

"Saat berkendara, sebaiknya memakai kacamata untuk melindungi bagian mata dan masker untuk menutupi bagian hidung dan mulut. Masker yang ideal memiliki dua bagian, yakni bagian basah dan kering," katanya.

Hal penting lainnya, kata dia, pemudik harus menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi secara teratur untuk menjaga stamina dan kesehatan di tengah kondisi cuaca yang panas.

"Kalau pola dan asupan makannya tidak terukur bisa menyebabkan penyakit, seperti diare. Demikian juga dengan minuman. Karena itu, kami imbau para pemudik untuk menjaga pola makan dan minum secara sehat," katanya.

Berkaitan dengan penyakit diare, ia mengatakan, dari hasil pantauan di sejumlah posko kesehatan Lebaran menemukan banyak pemudik yang terserang diare dan panas, disamping kasus kecelakaan selama arus mudik Lebaran ini.

"Beberapa pemudik memerlukan perawatan di rumah sakit (RS) karena diare, tetapi kami pantau mereka dalam kondisi baik. Pemudik dapat menggunakan kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas)," demikian Anung Sugihantono. (*)