FPKB minta manajemen penanganan mudik dibenahi

Rabu, 22 Agustus 2012 20:16 WIB | Dilihat 2681 Kali
Marwan Ja'far (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi PKB DPR RI Marwan Ja'far mengharapkan pembenahan manajemen penanganan arus mudik dan arus balik pada saat hari raya Idul Fitri karena berbagai persoalan klasik terus berulang dari tahun ke tahun.

"Ritual mudik rutin setiap tahun terjadi. Tapi untuk tahun-tahun yang akan datang, wajib ada perbaikan-perbaikan dengan mengacu kejadian dan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Marwan di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan pemantauannya, kemacetan lau lintas di jalur Pantura hingga Minggu (20/8) masih terjadi di beberapa titik, terutama di Cirebon dan Indramayu.

Selain itu juga terjadi kemacetan mulai dari Semarang hingga Rembang karena kondisi jalan masih dalam tahap perbaikan, khususnya di Pati sampai Rembang pembangunan dan perbaikan belum selesai hingga saat ini.

"Kemacetan yang luar biasa terjadi dimulai H-5 hinggan H-1. Bahkan banyak pemudik yang menempuh perjalanan Jakarta-Cirebon hingga 13 jam dari normalnya 5 jam," tuturnya.

Ditegaskannya bahwa Polri pun mengakui mudik tahun ini mengalami kepadatan luar biasa. Data Polri menyebutkan bahwa kerugian materi akibat kecelakaan mencapai Rp5,70 miliar sejak Kamis (9/8) hingga Sabtu (18/8). Kerugian itu berasal dari 2.551 kecelakaan yang menyebabkan 446 orang meninggal dunia, 694 luka berat, dan 2.296 luka ringan.

"Kami melihat ada yang salah dengan manajemen penanganan arus mudik sekaligus arus balik. Untuk itu semua stakeholder pemerintah baik dari Kemenhub, Polri, PT KAI, dan semua yang berkaitan dengan mudik ini harus duduk bareng mencari solusi permasalahn selama mudik ini," ujar Marwan yang juga anggota Komisi V DPR RI itu.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa untuk jangka pendek perlu ada langkah-langkah menyiapkan jalan alternatif yang aman dan nyaman.

"Jika melihat kemacetan yang luar biasa dan data kecelakaan yang cukup besar, Polri harus mengantisipasi dengan mencari jalan alternatif lain yang lebih bagus dengan mengacu arus mudik kemarin," ujarnya.

Selain itu, sediakan angkutan publik untuk pengendara sepeda motor dengan mobil truk untuk mengangkut motornya dan bus untuk mengangkut orangnya atau bisa juga dengan kereta api yang bisa mengangkut motor dan orangnya sekaligus.

Pada bagian lain, Marwan menuturkan bahwa karena selama arus mudik yang lalu kemacetan parah hanya terjadi di daerah Cirebon dan Indramayu, maka perlu di carikan solusi dengan membangun jalan tol atau "ring road" (jalan lingkar) guna memecah arus agar tidak seluruhnya melewati jalur arteri.

"Dengan demikian kemacetan bisa terurai. Sekali lagi, pihak Polri termasuk juga Dinas Perhubungan, harus aktif mengatur jalannya mudik dan arus balik, terutama didaerah-daerah yang rawan macet, kriminalitas, dan kecelakaan," ujarnya.

Polri, menurut dia, harus memberi perhatian khusus bagi para pengendara sepeda motor. "Juga bagi masyarakat yang lewat jalan Pantura, banyak yang mengeluhkan ketidakhadiran Polri secara cepat disaat terjadi kemacetan dan kecelakaan," ujarnya.

Marwan juga mengatakan bahwa momentum mudik seharusnya dijadikan spirit untuk merealisasikan angkutan massal atau angkutan publik yang modern, aman, nyaman, dan murah.
(ANT)