Bajaj warnai kepadatan arus balik Pantura

Jumat, 24 Agustus 2012 18:50 WIB | Dilihat 4487 Kali
Sejumlah warga mengecek kondisi bajaj di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (14/8). Menurut sejumlah warga, mereka akan pulang kampung ke Tegal menggunakan Bajaj pada H-2 dengan melakukan konvoi. (ANTARA/Ardiansyah Indra Kumala) ()
Cirebon (ANTARA News) - Kendaraan tua roda tiga, bajaj, mewarnai kepadatan arus balik Lebaran di jalur utama Pantura Cirebon, Jawa Barat.

Salim, pemudik yang mengendarai bajaj ditemui Jumat mengatakan, mudik balik menggunakan bajaj lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan roda dua, selain itu bahan bakar cukup hemat meski perjalanan melelahkan karena kecepatan kendaraan tua ini sangat terbatas.

"Perjalan mudik balik dari Tegal, Jawa Tengah melintasi Losari perbatasan tiba di Kota Cirebon sekitar lima jam, selain kecepatan terbatas arus lalu lintas di Pantura padat merayap," katanya.

Ia menambahkan, sudah 20 kali mudik balik menggunakan bajaj, sebenarnya ada keinginan pulang kampung naik sepeda motor, namun keluarga tidak bisa terangkut semua ditambah angin Pantura menguras stamina, dirinya mengaku lebih nyaman dengan kendaraan roda tiga tersebut.

Sementara Kusno, pemudik lainnya yang menggunakan bajaj mengaku, perjalanan dari Jawa Tengah hingga Jakarta dengan kendaraan roda tiga aman dan nyaman, meski waktunya cukup panjang dibandingkan naik roda dua, namun tidak ada pilihan karena hanya memiliki bajaj.

Hardianto petugas Pos Pam lebaran di Cirebon menuturkan, hampir setiap tahun bajaj telah digunakan pemudik untuk pulang ke kampung halaman.

(KR-EJS/Y003)