Pelabuhan Merak dijaga 1.200 polisi

Kamis, 25 Juli 2013 17:14 WIB
2.093 Views
Pelabuhan Merak dijaga 1.200 polisi
Ratusan penumpang kapal ferry antre di gang way Pelabuhan Merak, Banten saat libur Tahun Baru, Selasa (1/1/13). Penumpang kapal Ferry didominasi kelompok pejalan kaki yang meningkat tajam dari rata-rata 2.000 orang menjadi 6.500 orang per hari. (ANTARA/Asep Fathulrahman)
Serang (ANTARA News) - Kepolisian Daerah Banten telah menyiapkan 1.200 polisi untuk pengamanan di Pelabuhan Merak selama mudik Lebaran nanti.

Selain mengamanan di pelabuhan yang menjadi pintu penyeberangan menuju Pulau Sumatera itu, Polda Banten juga akan menggelar operasi Ketupat Kalimaya 2013 yang melibatkan 2.136 personel polisi, menurut Kapolda Banten Brigjen Pol Eddi Sumantri di Serang, Kamis.

Total 1.200 polisi untuk pengamanan Merak itu belum termasuk personel pengamanan dari instansi lain.

"Kami sudah MoU dengan ASDP bahwa pengamanan di Pelabuhan Merak berada di bawah komando Kapolda Banten. Kami juga melibatkan sembilan pejabat utama Polda Banten untuk menjamin kelancaran dan keamanan arus mudik di Merak," kata Brigjen Pol Eddi Sumantri.

Menurutnya, pengamanan di Merak meliputi pengamanan sejak pemudik membeli tiket hingga perjalanan di dalam kapal dari Merak ke Bakauheni.

Setelah di Bakauhwni keamanan pemudik menjadi tanggung jawab Polda Lampung. "Nanti setiap kapal yang berangkat dari Merak ke Bakauheni dan sebaliknya akan dikawal dua personel keamanan," katanya.

Menurut Kapolda Banten, ada dua titik lokasi rawan kemacetan di Banten pada saat Lebaran, yakni di Pelabuhan Merak pada puncak arus mudik serta di tempat-tempat wisata pada hari H dan setelah lebaran.

"Polda Banten menyiapkan 23 pos pengamanan dan 153 Pos Gatur," kata Eddi Sumantri.

Kapolda mengatakan puncak arus mudik di Banten biasanya terjadi pada malam hari dan mengimbau pemudik melakukan perjalanan pada siang hari dengan risiko keamanan dan keselamatan lebih kecil dibanding malam hari.

"Prediksi puncak arus mudik di Merak terjadi pada Jumat, Sabtu dan Minggu tanggal 2 sampai 4 Agustus 2013. Kalau bisa pemudik hindari mudik tiga hari itu, bisa setelah atau sebelumnya agar tidak bertumpuk," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para pemudik yang menggunakan roda dua untuk menggunakan kelengkapan seperti helm dan kelengakapan lain serta memeatuhi aturan dan rambu-rambu lalu-lintas selama dalam perjalanan.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Berita Lainnya
Komentar
Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Dr Ansari Yamamah berpendapat perayaan hari raya Idul Fitri merupakan momentum untuk memperkuat silaturahim dan ...
Jelang perayaan Lebaran Ketupat, warga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo mulai memproduksi dodol jawa tondano (jaton), Minggu. Pantauan Antara, ...
Pedagang di Pasar Atas di Kawasan Wisata Jam Gadang, ikon Kota Bukit Tinggi, mengatakan omset penjualan mereka turun hingga 50 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu. ...
Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Dr Ansari Yamamah berpendapat perayaan hari raya Idul Fitri merupakan momentum untuk memperkuat silaturahim dan ...