Bandung (ANTARA News) - Arus kendaraan dari Simpang Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Jabar, yang melintasi Cimanggung menuju Parakanmuncang dan mengarah ke jalur selatan Nagreg padat merayap didominasi kendaraan roda dua dan mobil pribadi, Sabtu.

Kepadatan arus kendaraan dari persimpangan Cimanggung sempat terjadi antrean panjang, akibat perputaran arah kendaraan dari Bandung menuju Cicalengka-Majalaya-Cijapati, rombongan pemudik berderet di jalan baru tembus Nagreg, bahkan mereka sempat tertahan perlintasan kereta api.

Iring-iringan kendaraan pemudik dari Bandung mengarah Nagreg, sebaliknya pengalihan jalur Sumedang melintas Cimanggung bertemu di Parankanmuncang, sehingga kepadatan arus lalu lintas menuju jalur selatan semakin padat, ditambah penumpukan kendaraan di Cagak Nagreg.

Kapolres Bandung AKBP Jamaludin mengatakan arus mudik memasuki H-2 melintasi Parakanmuncang dari Bandung mengarah jalur selatan Nagreg padat, karena volume kendaraan cukup tinggi, sehingga antrean sulit dihindari.

Menurut dia, jalur selatan Nagreg saat normal hanya dilintasi 20 ribu kendaraan, kini mencapai 120 ribu kendaraan meningkat tajam, akibat pengalihan arus lalu lintas dari Pantura, melalui Sumedang-Parakanmuncang mengarah Cicalengka.

"Arus lalu lintas dari Bandung mengarah Cirebon melintasi Tanjungsari Kabupaten Sumedang, memasuki H-3 padat merayap akibat volume kendaraan cukup tinggi," katanya.

Menurut dia, H-3 merupakan puncak arus mudik sehingga antrean panjang mulai dari gerbang tol Cileunyi arah jalur selatan Nagreg juga mengarah jalur utara Cirebon melintasi Sumedang padat, diperkirakan hingga malam volume kendaraan akan semakin meningkat.

Kepadatan di simpul kemacetan Cileunyi arah jalur selatan Nagreg dan tujuan Cirebon via Sumedang, kata dia, cukup sulit diurai karena jumlah kendaraan cukup tinggi, sedangkan ruas jalan tersebut terbatas.
(KR-EJS/M008)

Pewarta: Enjang Solihin
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014