Ada "wadai 41 macam" di Kalsel Ramadan Cake Fair

Selasa, 7 Juni 2016 06:29 WIB
2.675 Views
Ada "wadai 41 macam" di Kalsel Ramadan Cake Fair
Bursa Kue Ramadan. (ANTARA FOTO/Embong Salampessy)
Banjarmasin (ANTARA News)- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bertekad memberikan penyuluhan dan pengawasan terhadap pembuatan makanan atau minuman oleh masyarakat setempat agar terbebas dari bahan yang membahayakan kesehatan.

"Kami bertekad tahun 2017 di daerah ini tidak ditemukan lagi makanan berupa penganan atau minuman yang mengandung zat bisa membahayakan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya," kata Gubernur Kalsel Haji Sahbirin Noor, di Banjarmasin, Senin.

Gubernur membuka Pasar Wadai Ramadan (Ramadan Cake Fair) di halaman balai kota Banjarmasin atau di Jalan RE Martadinata.

Didampingi Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakil Wali Kota Hermansyah, Sahbirin Noor yang menggunakan baju kain khas setempat "sasirangan" tersebut mengakui di daerah ini sudah terbiasa menggunakan zat yang bisa membahayakan kesehatan.

Dia mencontohkan seperti pembuatan kue-atau minuman yang menggunakan pewarna untuk industri yang bisa berbahaya jika digunakan untuk makanan dan minuman, pengawet, pemanis, atau zat pengental.

"Saya berharap kepada "acil-acil" (ibu-ibu) jika membuat penganan saat Ramadan ini, jangan lagi memanfaatkan bahan berbahaya tersebut, gantilah dengan bahan alami atau bahan yang dianjurkan petugas kesehatan," katanya pula.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menekankan pula kepada masyarakat untuk tidak lagi memanfaatkan wadah atau kantong (kresek) terbuat dari plastik, karena jika menjadi limbah sangat membahayakan lingkungan.

"Pemkot Banjarmasin mulai hari ini, sudah mengkampanyekan pemakaian wadah atau tempat belanjaan bukan dari plastik, dan sekarang dibagikan secara gratis kepada pengunjung Ramadan Cake Fair," kata Ibnu Sina lagi.

Menyinggung keberadaan Pasar Wadai Ramadan, Ibnu Sina bersyukur selalu tampil pada bulan puasa, dan sarana tersebut terbukti menarik wisatawan nusantara dan mancanegara.

Pasar unik ini juga memanfaatkan momen Ramadan sebagai lokasi pameran sekaligus menjual kuliner khas setempat yang disebut "wadai 41 macam" hingga kue-kue tradisional tetap bisa dilestarikan.

Lokasi pasar wadai tersebut yang biasa ditempatkan di kawasan Jalan Sudirman sekarang dipindahkan ke Jalan RE Martadinata, lantaran lokasi terdahulu kini dibangun proyek pembangunan jalan bertingkat.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...
Volume penumpang selama masa angkutan Lebaran 2017 di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto naik 15,29 persen dari tahun sebelumnya, kata Manajer Humas PT ...
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami peningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran.Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta Selatan, Mall ...
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...