MUI : Pembagian zakat harus tepat sasaran

Rabu, 14 Juni 2017 23:29 WIB
3.867 Views
MUI : Pembagian zakat harus tepat sasaran
Presiden Dan Wapres Bayar Zakat. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) dan Kepala Badan Zakat Nasional Bambang Sudibyo (kiri) menunjukkan bukti setor zakat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/6/2017). Presiden membayar zakat penghasilan senilai Rp45 juta dari dasar pengenaan zakat mencapai Rp1,8 miliar. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Palu (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, menegaskan penyaluran atau pembagian zakat harus tepat sasaran, sesuai dengan ketentuan anjuran Islam.

Ketua MUI Palu Prof Zainal Abidin M.Ag mengemukakan di Palu, Rabu sore, pengelola zakat harus mengantar zakat kepada si penerima.

"Jangan mengumpul penerima zakat di suatu tempat, kemudian dibagikan. Sehingga nampak seperti pameran kemiskinan. Ini keliru, mestinya di antar ke rumah atau tempat tinggal di penerima zakat," ungkap Prof Zainal Abidin saat menjawab pertanyaan Antara mengenai pengelolaan dan distribusi zakat.

Kata Prof Zainal Abidin terdapat delapan golongan penerima zakat, yang wajib dan harus diberikan oleh pengelola zakat.

Delapan golongan tersebut ialah orang fakir, orang miskin, amil zakat, muallaf, budak, orang yang berhutang, orang yang berjuang di jalan Allah dan ibnu sabil.

"Delapan golongan ini wajib menerima. Jadi pengelola zakat harus memastikan bahwa golongan tersebut dipastikan menerima zakat," tegasnya.

Ia menyebut bahwa pendistribusian zakat tidak boleh dilakukan dengan rasa pilih kasih, sehingga golongan yang wajib menerima atau diberikan tidak mendapat pemberian zakat.

Karena itu, penyaluran zakat tidak boleh dilakukan berdasarkan kemauan dari pengelola zakat, yang kemudian akan berdampak buruk.

"Harus amanah dan berjalan sesuai dengan ketentuan anjuran Islam. Tidak boleh dibagi berdasarkan kemauan pengelola zakat," sebutnya.

Lebih lanjut dia menghimbau kepada umat Islam didaerah tersebut untuk mengeluarkan zakat fitrah dan mal atau harta sesuai dengan ketentuan Islam.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar
Volume penumpang selama masa angkutan Lebaran 2017 di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto naik 15,29 persen dari tahun sebelumnya, kata Manajer Humas PT ...
Pemudik membanjiri pusat oleh-oleh tiwul dan gatot di Jalan Wonosari-Baron Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memborong makanan khas wilayah ini. Meskipun ...
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami peningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran.Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta Selatan, Mall ...