Bentengi karyawan dari khotbah politis, Masjid Toyota punya silabus

Jumat, 16 Juni 2017 09:21 WIB
2.770 Views
Bentengi karyawan dari khotbah politis, Masjid Toyota punya silabus
Seorang pekerja melintas di luar pagar Masjid Al Istiqomah yang berada di lingkungan Pabrik Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang I & II di Karawang, Jawa Barat, sebagaimana dikunjungi pada Senin (12/6/2017). (ANTARA News/Gilang Galiartha)
Jakarta (ANTARA News) - Badan Koordinasi Masjid Toyota (BKMT), yang membawahi 17 Dewan Kemakmuran Masjid dan (DKM) dua otonom di lingkungan PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor (TAM), memiliki silabus khotbah untuk mencegah beredarnya ceramah-ceramah agitatif dan bermuatan politis di antara karyawan mereka.

Selain untuk mencegah penyampaian materi yang berpotensi buruk tersebut, Ketua BKMT Ari Syamsudin mengungkapkan bahwa silabus khotbah juga berperan besar untuk penguatan keimanan secara berkesinambungan.

"Kami ada khotib silabus, supaya materi terkontrol, kemudian jelas arahnya," kata Ari saat ditemui ANTARA News di Pabrik TMMIN Karawang, Jawa Barat, Senin (12/6) lalu.

"Temanya berkaitan syariad, aqidah, akhlak, kami putar-putar di situ. Pengkhotbah juga setiap tahun kami ajak bertemu untuk mengkoordinasikan tema apa yang mau disampaikan," ujarnya menambahkan.

Tidak berhenti hanya sampai di penyusunan silabus, BKMT melalui masing-masing DKM juga melakukan pemantauan untuk memastikan kesesuaian antara yang tertulis dan tersampaikan lewat khutbah di masjid-masjid.

"Ini efeknya besar, selain jama'ah seperti berkuliah, karena temanya berkesinambungan," kata Ari.

Pada dasarnya, BKMT menyusun silabus itu dengan salah satu tujuan yakni mengoptimalkan waktu Sholat Jumat yang biasanya hanya berlangsung selama 25-30 ment.

"Karena kami mau mengoptimalkan waktu Shalat Jumat, itu kan undangan dari Allah, berbeda dengan pengajian. Waktunya terbatas 20-25 menit, bagaiamana supaya waktu itu sangat efektif bagi karyawan," ujanya.

Belakangan, manfaat silabus juga terasa ketika masa Pilgub DKI 2017 lalu BKMT mampu mengawasi khotbah-khotbah di TMMIN tetap tidak berubah menjadi kampanye politik.

"Kalau kita tidak ada silabus itu kan terserah khatibnya, datang kadang-kadang ceramah semaunya dia," kata Ari.

"Ini berimbas ke politik juga, semisal kemarin Pilkada DKI 2017 Alhamdulillah masjid-masjid Toyota tidak terkena isu apa-apa," pungkas Ari.




Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar
Volume penumpang selama masa angkutan Lebaran 2017 di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto naik 15,29 persen dari tahun sebelumnya, kata Manajer Humas PT ...
Pemudik membanjiri pusat oleh-oleh tiwul dan gatot di Jalan Wonosari-Baron Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memborong makanan khas wilayah ini. Meskipun ...
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami peningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran.Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta Selatan, Mall ...