Lebih baik mudik malam hari, kata Rifat Sungkar

Senin, 19 Juni 2017 20:40 WIB
2.246 Views
Lebih baik mudik malam hari, kata Rifat Sungkar
Jalur Pantura Ramai Lancar Kendaraan pemudik melintas di jalur pantura, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (30/6/2016) malam. Pada H-6 Lebaran jalur pantura ramai lancar, dan diprediksi puncak arus mudik pada H-3 dan H-4 Lebaran. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah) ()
Jakarta (ANTARA News) - Pereli nasional Rifat Sungkar menyarankan pemudik terutama yang menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman pada malam hari.

Pasalnya, menurut Rifat, mengemudikan mobil pada malam hari secara otomatis akan lebih meningkatkan kewaspadaan pengemudi, meski ia menekankan pengemudi sebaiknya memiliki kesehatan penglihatan yang mumpuni untuk melahap aspal di malam hari.

"Untungnya mengemudi malam hari adalah di kecepatan berapapun orang akan lebih aware," kata Rifat beberapa waktu lalu di Jakarta.

Kewaspadaan tersebut, lanjut Rifat, didasari sedikitnya oleh dua hal, yakni kesegaran badan dan tingkat kewaspadaan terhadap kondisi sekitar khususnya lampu kendaraan lain.

Perjalanan mudik, hampir pasti dilakukan di dalam bulan Ramadhan sehingga pengemudi kemungkinan tengah berpuasa, oleh karena itu melakukannya di malam hari akan memberikan kebugaran yang lebih dibandingkan siang hari.

"Ketika puasa, malam hari itu lo pasti lebih segar ketimbang siang," kata Rifat.

"Kedua lo akan lebih caution kalau ngeliat lampu mobil lain," ujarnya menambahkan.

Menurut Rifat seringkali dalam perjalanan jauh kerap terjadi tabrakan adu moncong kendaraan atau head-on-accident, yang disebabkan kaburnya lampu kendaraan berlawanan akibat kalah terang dibandingkan matahari atau kondisi di luar mobil.

"Kalau malam akan lebih aware, karena lampunya lebih jelas, jauh dibandingkan siang," katanya.

Meski demikian, Rifat mengingatkan bahwa kunci untuk menghindari hilangnya konsentrasi saat melakukan perjalanan mudik adalah memperhatikan tingkat dehidrasi serta tingkat asupan oksigen.

"Kalau rendah, misalkan turun sampai 80 persen, sudah pasti kehilangan konsentrasi," pungkasnya.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...
  Para muslim di Mesir memiliki sebuah penganan ringan semacam kue kering kala Lebaran tiba, salah satunya "Ghorayeba". Kue ini sering disebut "biskuit pasir" karena ...
Penyelenggaraan Pasar Murah Ramadan yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dinilai mampu membantu warga kurang sejahtera untuk mendapatkan bahan kebutuhan ...
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...