Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA News) - Lalu lintas kendaraan di Jalur Pantura Jawa Tengah macet dari daerah Pekalongan arah Batang pada Kamis pagi.

Hingga pukul 09.45 WIB kendaraan yang melintasi jalur itu terus meningkat dan sekitar empat kilometer dari Comal, Pemalang, kendaraan beroda empat hanya bisa maju sejengkal demi sejengkal.

Di sepanjang jalur itu banyak pengamen dan pengemis di jalanan, berusaha mengais rezeki di sela kendaraan-kendaraan yang berhimpitan di tengah kemacetan.

Selain itu ada pedagang makanan yang menaruh gerobaknya di tengah pembatas jalur, membuat jalan jadi sempit.

Dan antrean mobil yang berputar arah dari kedua sisi membuat lalu lintas kendaraan makin tersendat.

Lalu lintas kendaraan arah sebaliknya, Pekalongan menuju Brebes terpantau sepi dan lancar.

Jalan Tol Brebes menuju Semarang, yang merupakan alternatif jalan tol fungsional dari Pantura ditutup aksesnya pada malam hari dan para pengendara dialihkan melalui Pantura dan sekitarnya.

Pada Kamis dini hari, sejumlah polisi lalu lintas sibuk mengalihkan arus kendaraan menuju pintu keluar tol Brebes Timur mengarah Pantura.

Menurut petugas tol Wibowo, penutupan tersebut dimulai sekitar pukul 18.00 WIB karena penerangan jalan masih minim.

Warga sekitar juga menjelaskan setelah beberapa hari dibuka, sudah terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan itu karena minimnya penerangan dan beberapa bagian jalan yang rusak.

Akibat penutupan arus menuju tol fungsional tersebut, kemacetan terjadi hingga sekitar enam kilometer menuju pintu keluar tol Brebes Timur.

Namun sejumlah pengguna kendaraan pribadi rela menunggu pintu tol Brebes-Semarang dibuka kembali di dekat pintu tol.

Angga menepikan mobilnya di dekat pintu tol Brebes-Semarang, memilih menunggu jalan dibuka kembali. meski tahu sistem buka tutup itu dilakukan berdasarkan situasi.

"Nunggu saja mas, ya pengen tahu seperti apa tol fungsional baru ini, penasaran ingin tahu, selain itu sekalian istirahat sebentar setelah mengemudi dari Jakarta," kata Angga yang menunggu sejak pukul 01.00 WIB.


Pewarta: Afut Syafril
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2017