Arus balik tak seramai mudik di Gambir

Minggu, 2 Juli 2017 16:28 WIB
2.278 Views
Arus balik tak seramai mudik di Gambir
Pemudik menunggu keberangkatan kereta api tujuan berbagai kota di Pulau Jawa, di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (22/6/2017). Keberangkatan pemudik dari Stasiun Gambir pada H-4 Lebaran mencapai 102.169 penumpang atau mengalami peningkatan 20 persen dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 85.207 penumpang. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta (ANTARA News) - Arus balik kedatangan penumpang tercatat tidak sebesar arus balik keberangkatan di Stasiun Gambir pada musim liburan hari raya Idul Fitri 2017, dengan selisih lebih dari 100.000, demikian data dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan pada Minggu.

Periode puncak keramaian arus mudik di stasiun untuk kereta eksekutif itu terjadi dari 15 Juni sampai satu pekan setelah jatuhnya hari raya. Selama itu, sekitar 13.000-16.000 selalu memenuhi kursi kereta setiap harinya, termasuk 14 kereta tambahan yang disediakan PT KAI untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah penumpang.

Sementara itu periode puncak arus balik hanya terjadi selama tujuh hari dari hari kedua lebaran, dengan jumlah penumpang 13.000-14.000 setiap harinya.

Di luar hari-hari tersebut, jumlah penumpang di Stasiun Gambir hanya mencapai beberapa ribu.

Kecenderungan yang sama, di mana arus mudik lebih besar dibanding balik, juga terjadi Stasiun Senen yang khusus memberangkatkan dan menerima kereta kelas bisnis dan ekonomi.

Sementara itu, beberapa penumpang asal kota-kota Jawa yang turun di Gambir pada Minggu mengaku memilih hari ini untuk kembali ke Jakarta karena besok sudah harus memulai aktivitas kerja.

"Saya hanya mengajukan cuti selama seminggu, sehingga hari ini harus kembali ke Jakarta," kata Ridwan yang baru saja kembali dari Yogyakarta bersama istri dan seorang anaknya yang masih balita.

Meski para pekerja Jakarta sudah mulai kembali ke ibu kota, masih banyak orang-orang yang baru memulai liburan ke kampung halaman pada Minggu, dengan jumlah keberangkatan mencapai hampir dari 10.000 orang.

Ada beberapa pula di antara mereka yang merupakan penduduk yang lahir di Jakarta yang bekerja di kota lain, sebagaimana Sri Hani yang berangkat ke Surabaya pada Minggu.

"Keluarga besar saya ada di Jakarta Selatan, di sini saya mudik, kebalikan dari orang-orang lain," kata dia.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...
Pemudik membanjiri pusat oleh-oleh tiwul dan gatot di Jalan Wonosari-Baron Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memborong makanan khas wilayah ini. Meskipun ...
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami peningkatkan jumlah kunjungan selama libur Lebaran.Salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang berada di Jakarta Selatan, Mall ...
Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein mengajak umat Muslim untuk menyebarkan perdamaian dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri."Kita ...