Apakah tenaga medis yang tangani COVID-19 boleh tidak puasa?

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Petugas medis mengecek kesehatan dengan mengambil sampel darah dengan metode rapid test (pemeriksaan cepat) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3/2020). (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.)
Jakarta (ANTARA) - Ada empat golongan orang-orang yang boleh tidak berpuasa selama Ramadhan, yakni orang yang sedang sakit, orang yang berada dalam perjalanan jauh atau musafir, orang lanjut usia yang tak mampu puasa serta perempuan hamil dan menyusui.

Bagaimana dengan tenaga medis yang sedang menangani COVID-19 di tengah pandemi virus corona?

Ustaz Abul Hayyi Nur, Pimpinan Pesantren Syawarifiyyah Rorotan Jakarta Utara, menuturkan, berdasarkan fatwa Darul Iftah dari Mesir, tenaga medis yang terpapar COVID-19 diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Baca juga: Masyarakat diimbau jaga pola makan saat Lebaran

Baca juga: Kemenag: Ramadhan di rumah tidak mengurangi kualitas ibadah


"Sebab akan membahayakan, jika berada dalam lingkungan kerja yang berisiko tinggi. Setelah Ramadhan, puasanya wajib untuk diganti," kata Hayyi dalam konferensi pers virtual, Rabu.

Sementara untuk pasien yang terinfeksi virus corona, perihal puasa bisa dikonsultasikan kepada saran dari tenaga medis yang menanganinya.

Bila dokter memutuskan kondisinya tak memungkinkan untuk puasa, maka pasien disarankan untuk tidak berpuasa.

Baca juga: "Pemanasan" agar tubuh lebih siap berpuasa

Baca juga: Salah satu alasan berat badan naik saat puasa Ramadhan

Baca juga: Nafsu makan orang Indonesia meningkat saat Ramadhan dan Lebaran

Umat Hindu Bangladesh rayakan festival puasa Rakher Upobash

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020