Penjual takjil bermasker padati Kebon Jeruk Jakarta Barat

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Pedagang takjil mengenakan masker dan sarung tangan saat berjualan di Jalan Panjang Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). (ANTARA/Devi Nindy)
Jaka (ANTARA) - Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat padat penjual takjil buka puasa Ramadhan bermasker di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mencegah penyebaran COVID-19.

Selain itu, yang tidak biasa adalah para pedagangnya yang mengenakan masker dan sarung tangan, juga tidak mendirikan lapak berdekatan satu sama lain.

"Udah jadi rutinitas bulan puasa, tetapi karena virus corona, jualannya yang penting tetap pake masker," ujar salah satu pedagang takjil, Rianti.

Aktivitas berjualan takjil tentu memicu keramaian para pembeli yang melewati jalanan tersebut.

Tak ayal menjelang waktu berbuka, warga berkerumun berburu takjil, seakan tidak mengindahkan anjuran untuk menjaga jarak fisik atau 'social distancing.'
Pedagang dan pembeli takjil mengenakan masker di Jalan Panjang Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). (ANTARA/Devi Nindy)


Salah satu pembeli, Dedy Wirawan mengaku datang ke lapak penjual takjil karena sudah menjadi kebiasaannya di bulan Ramadhan.

"Sudah jadi budaya bagi saya jajan di sini kalau mau berbuka. Jadi bagi saya yang penting memakai masker," ujar dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 28 hari guna mengatasi pandemi wabah virus corona (COVID-19).

"Kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Periode kedua dimulai tanggal 24 April hingga 22 Mei 2020," kata Anies di Balai Kota DKI.

Salah satu butir dalam PSBB mengatur tentang pembatasan penyelenggaraan keramaian guna memutus mata rantai COVID-19.

Baca juga: 11 kelompok pasien yang dianjurkan tidak berpuasa
Baca juga: Hari pertama Ramadhan, cuaca Jakarta cerah dan berawan

Ini anjuran ahli gizi soal makan sahur

Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2020