Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Riset Informasi (LRI) resmi ditutup, setelah gagal dalam merencakan hasil Pilpres 2009 yang memperkirakan bisa dua putaran, ternyata hanya satu putaran sekaligus mengakui kemenangan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Budiono.

Persiden LRI Johan O Silalahi kepada wartawan, Rabu malam, mengatakan, dengan kegagalan itu dia langsung menutup secara resmi lembaga survei tersebut.

"Saya konsisten akan pembicaraan beberapa hari lalu, bahwa bila hasil Pilpres hanya satu putaran, maka lembaga ini akan ditutup," katanya.

Lembaga survei yang dibukanya sejak tiga tahun lalu itu, dengan tulus hati di bubarkan, sedangkan karyawannya tetap dipekerjakan pada usaha lain miliknya.

"Saya minta maaf kepada masyarakat di tanah air, bahwa lembaga yang dipimpinnya gagal memprediksi hasil Pilpres 2009," ujarnya.

Kendatipun lembaga yang sudah berusia tiga tahun dan selalu berhasil dalam bibidangnya selama ini, ternyata gagal apa boleh buat"Kita tutup saja", tegasnya.

Konsekuen seperti ini hendaknya diikuti oleh lembaga lainnya yang selalu gagal dalam perencanaannya, supaya budaya malu dimasyarakatkan di tanah air.

Jangan sudah gagal dalam program, namun tetap ngotot mengaku berhasil, ini adalah cara yang kurang arif dan tak perlu diwariskan pada generasi mendatang,

Dia menjelaskan, kendati data hasil quick count sudah akurat, namun belum menjadi acuan dalam undang-undang."Kita tetap akui data itu mendekati kebenaran di lapangan, namun hasil akhir tetap di Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Johan.

Berdasarkan hasil survei sementara capres pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto memperoleh 27,10 persen, pasangan SBY-Budiono (61,09 persen) dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (11,81 persen).

Angka itu dalam posisi suara terkumpul dari daerah-daerah sudah mencapai 92 persen, tambahnya,"Selamat untuk pasangan SBY-Budiono", ujarnya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009