Jamin kebutuhan pokok, Pemprov Jatim siapkan pasar murah daring

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Kadiperindag Jatim Drajat Irawan (dua kiri) saat memantau program 'Pasar Murah Online Mandiri' (Pamor) yang digelar Pemprov Jatim dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jatim.
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan program "Pasar Murah Online Mandiri" (Pamor) untuk menjamin pemenuhan kebutuhan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Program penyediaan dan penjualan sembako murah ini berbasis online (daring) dan drive thru untuk mencegah potensi penularan COVID-19," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu.

Ia berharap masyarakat mudah mendapatkan bahan pokok dengan kualitas baik dan harga lebih murah atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), tanpa harus bertemu maupun datang ke lokasi.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut menyampaikan program itu merupakan hasil kerja sama dengan produsen bahan pokok di wilayah setempat.

"Sistemnya menyerap dari produsen dan mendekatkan pada konsumen dengan keuntungan harga lebih murah," ucap gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Sementara itu, produk bahan pokok yang dijual antara lain gula pasir seharga Rp12.500, minyak goreng kemasan 1 liter Rp11.500, minyak goreng kemasan 2 liter Rp22.500, serta beras medium 5 kilogram seharga Rp45.000.

Berikutnya, beras premium 5 kilogram dijual seharga Rp58.000, serta mie instan 1 dus dengan harga Rp92.875 dan lain-lain.

Gubernur Khofifah menjelaskan terdapat dua jalur untuk pembelian, yaitu metode pesan dan diantar ke titik pemesan (drop point) yang target penjualannya adalah masyarakat di sentra pemukiman dan memesan melalui website http://disperindag.jatimprov.go.id/pamor/.

Jalur kedua, kata dia, yaitu sistem drive thru atau pembeli dapat memesan bahan pokok melalui laman http://disperindag.jatimprov.go.id/pamor/, kemudian pembeli datang ke outlet di Disperindag tanpa turun dari kendaraan.

Rencananya, program ini akan dikembangkan ke beberapa daerah di Jatim melalui UPT Disperindag di Kabupaten Magetan, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jember, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Pasuruan.

Baca juga: MRI-ACT gagas pasar murah daring di Bantaeng-Sulsel saat pandemi
Baca juga: Warga Pekanbaru bisa memanfaatkan pasar daring Bulog
Baca juga: Gelar pasar murah, Kementan terapkan antre berjarak

Pemrov Sulteng gelar kegiatan pasar murah

Pewarta:
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2020