Penumpang travel ilegal di Jaktim tidak penuhi persyaratan jalan

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur bersama instansi terkait berpose di depan kendaraan bus yang terjaring razia petugas di Kecamatan Pasar Rebo, Selasa (12/5/2020). ANTARA/HO-Sudinhub Jaktim/am.
Jakarta (ANTARA) - Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mengemukakan mayoritas penumpang minibus travel yang terjaring di Kecamatan Pasar Rebo tidak memenuhi persyaratan perjalanan ke luar kota.

"Sejak 11-13 Mei 2020, sudah tujuh unit kendaraan travel dan satu unit bus kita jaring dari sekitar kawasan Kios Buah Pasar Rebo," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Sudinhub Jakarta Timur, Riky Erwinda, di Jakarta, Rabu.

Menurut Riky hasil pemeriksaan awal di lapangan mayoritas penumpang tidak bisa menunjukkan persyaratan perjalanan menuju keluar kota.

Persyaratan yang dimaksud berupa surat tugas dari perusahaan atau instansi, surat keterangan sehat dari rumah sakit.

"Rata-rata travel ada yang diisi dua penumpang. Kalau bus masih 50 persen dari kapasitas penumpang, tapi tidak ada izin operasional dari Kemenhub," katanya.

Baca juga: Tujuh minibus travel langgar PSBB disita Sudinhub Jaktim

Baca juga: Polisi kerap pergoki travel gelap lewat 'jalur tikus'

Baca juga: Polda Metro Jaya amankan 202 kendaraan travel gelap


Kendaraan travel maupun bus tersebut mengangkut penumpang di luar wilayah yang diperbolehkan, yakni Terminal Terpadu Pulo Gebang.

"Rata-rata tujuan Jawa Tengah dan Yogyakarta," katanya.

Dalam kegiatan operasi yang digelar mulai pukul 21.00 hingga 01.00 WIB petugas menurunkan seluruh penumpang dan menahan seluruh kendaraan untuk barang bukti.

Ketika lakukan pengawasan dan dilakukan pemeriksaan kelengkapan surat, kata Riky, didapati Surat Tanda Uji Kendaraan (STUK) sudah tidak berlaku.

"Sanksinya sesuai dengan ketentuan adalah pelanggaran lalu lintas berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009," ujarnya.

Dilarang mudik, 9 mobil coba masuki Malang

Pewarta:
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2020