Dubes: WNI di Austria kreatif jalani puasa di tengah wabah

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Tangkapan layar: Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia Darmansjah Djumala dalam webinar yang digelar oleh Impact Hub Jakarta, Minggu (17/5/2020). (ANTARA/Suwanti)
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia Darmansjah Djumala menyebut warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini tinggal di wilayah jangkauannya  sangat kreatif dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan di tengah pandemi COVID-19.

Sekalipun berada di bawah situasi yang masih serba terbatas pada masa pemulihan wabah  virus corona, aktivitas ibadah masih terus berlangsung, yang kebanyakan dilakukan secara  daring.

"Terkait kegiatan masyarakat, memang selama bulan puasa ini niat beribadah tinggi seperti biasa namun menjalankannya dengan cara lain, dalam kondisi the new normal (keadaan normal yang baru)," kata Djumala dalam webinar yang digelar oleh Impact Hub Jakarta, Minggu.

Dia menyebut bahwa acara kajian agama dan kegiatan di Taman Pengajian Anak-anak terus berjalan, selain itu ada pula kegiatan khas yang dilakukan oleh kelompok ibu.

Baca juga: Austria buka kembali ribuan toko setelah longgarkan "lockdown"
Baca juga: Austria perluas area wajib gunakan masker, longgarkan "lockdown"


"Ibu-ibu selalu melakukan kegiatan rutin melalui daring seperti demo masak, saling tukar resep masakan menjelang berbuka, bahkan fashion show tentang bagaimana cara berbusana, juga melalui daring," ujar Djumala.

"Kelihatan sekali bahwa di tengah kesulitan, masyarakat Indonesia di sini justru makin kreatif, kegiatan agama tidak ditinggal namun kreativitas malah makin berkembang," kata dia, menambahkan bahwa di Austria, Slovenia ada sekitar 1.600 orang WNI, kebanyakan merupakan ekspatriat.

Austria adalah sebuah negara yang terletak di tengah-tengah daratan Eropa yang berbatasan langsung, antara lain, dengan Italia dan Jerman--dua negara yang terdampak wabah sangat parah di benua itu.

Wabah mulai masuk ke wilayah Austria pada 25 Februari, kemudian pemerintah menerapkan partial lockdown, karantina wilayah sebagian, pada 16 Maret. Akhir Maret, pemerintah mengklaim bahwa wabah sudah mencapai puncaknya.

Sejak awal April, kecenderungan muncul kasus baru mulai menurun, bahkan kurva epidemiologi sudah melandai pada pertengahan April. Kini, pemerintah tengah membuka wilayah secara bertahap.

Dibandingkan dengan negara tetangga yang mempunyai rasio kasus tinggi, rasio di Austria relatif lebih rendah dengan catatan 1.805 kasus per satu juta populasi. Sementara Italia 3.171 kasus per satu juta populasi, dan Jerman 2.104 per satu juta populasi.

Baca juga: WNI di Austria kumpulkan donasi untuk Indonesia lawan COVID-19
Baca juga: Austria akan uji corona pada para pensiunan

Bangkitkan UMKM di masa pandemi melalui kearifan lokal

Pewarta:
Editor: Mulyo Sunyoto
Copyright © ANTARA 2020