Menag: Pandemi COVID-19 jangan kurangi kegembiraan rayakan Idul Fitri

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Menteri Agama Fachrul Razi. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Fachrul Razi berharap pandemi COVID-19 tidak mengurangi kegembiraan dalam menyambut dan merayakan Idul Fitri 1441 H yang merupakan hari kemenangan umat Muslim di seluruh dunia.

"Ibadah dan silaturahmi bisa dilakukan di rumah saja. Kegembiraan jangan sampai hilang tetapi tetap harus terhindar dari COVID-19," kata Fachrul sebagaimana disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dipantau di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo sepakat laksanakan Shalat Id di zona hijau dan kuning

Fachrul kembali mengingatkan masyarakat tidak mudik. Dia mengatakan kegiatan mudik bisa membawa virus corona penyebab COVID-19 ke kampung halaman sehingga malah menyebabkan malapetaka bagi keluarga.

Fachrul juga mengimbau masyarakat tidak mengadakan takbir keliling pada malam Idul Fitri. Menurut dia, takbiran bisa dilakukan di rumah.

Baca juga: MUI minta penyelenggaraan Shalat Id perhatikan zonasi

"Namun, saya juga mengimbau masjid dan mushala tetap menggaungkan takbir melalui pengeras suara untuk memeriahkan malam Idul Fitri," tuturnya.

Tentang penyelenggaraan Shalat Idul Fitri, Fachrul mengatakan juga bisa dilakukan di rumah bersama keluarga inti, baik secara perorangan maupun berjamaah. Menurut pendapat beberapa ulama, Shalat Idul Fitri berjamaah bisa dilakukan oleh empat orang saja.

Baca juga: COVID-19 masih tinggi, Menag ajak shalat Id di rumah

"Shalat Idul Fitri adalah shalat sunnah muakad, yang artinya shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah juga tidak pernah meninggalkan shalat Idul Fitri," katanya.

Pada saat Hari Raya Idul Fitri, Fachrul juga mengimbau masyarakat merayakan Lebaran di rumah saja. Tidak perlu bertamu atau menerima tamu di rumah karena bisa saja orang lain merupakan pembawa virus corona penyebab COVID-19 yang tanpa gejala.

"Silaturahim bisa dilakukan melalui media sosial. Saat ini banyak sekali media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk saling bermaafan. Silaturahim tidak harus bertemu fisik. Silaturahmi terjalin bukan karena kedekatan fisik melainkan kedekatan batin," tuturnya.

Baca juga: Gubernur Gorontalo tak gelar halalbihalal, Shalat Id di rumah saja
 

Perangi hoaks dengan gerakan Kawan Vaksin

Pewarta:
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2020