Masih pandemi, warga Kalsel diminta patuhi PSBB tanpa mudik lokal

COVID-19 Task Force chief performs Eid prayers at BNPB Building
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Nico Afinta. (FOTO ANTARA/Firman)
Banjarmasin (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Nico Afinta meminta masyarakat senantiasa mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tanpa melakukan mudik lokal pada libur Lebaran 2020 saat ini karena masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

"Biasanya dalam beberapa hari setelah Lebaran masih banyak masyarakat yang mudik lokal dengan berkunjung ke rumah sanak saudara, namun saat pandemi COVID-19 ini sebaiknya ditunda dulu, apalagi ada PSBB," katanya di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia untuk sementara silaturahmi bisa melalui sambungan telepon. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, masyarakat tetap bisa berinteraksi secara virtual seperti "video call" dan sebagainya.

"Mohon dimengerti kondisi saat ini benar-benar tak memungkinkan untuk kita saling bertemu. Kita tidak tahu siapa yang terpapar dan tidak. Jadi mencegah penyebaran adalah upaya terbaik demi memurus mata rantai virus mematikan  ini," katanya.

Diakuinya bahwa selama momen musim libur Lebaran cukup banyak masyarakat yang tetap nekat ingin mengunjungi keluarganya di luar kota untuk bersilaturahmi. Namun, ketika melintasi pos PSBB, dengan terpaksa petugas meminta kendaraan mereka untuk putar balik.

"Harap maklum, kami petugas hanya melaksanakan apa yang sudah ditetapkan dan disepakati bersama melalui penerapan PSBB. Jadi mohon pengertian masyarakat, tolong dipatuhi demi kebaikan bersama," katanya.

Ia menambahkan upaya mencegah masyarakat mudik, termasuk mudik lokal di momen Lebaran menjadi bagian dari Operasi Ketupat Intan 2020 yang akan berlangsung hingga 31 Mei mendatang.

Pihaknya melakukan penyekatan di beberapa titik agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah demi mencegah penyebaran COVID-19 semakin tidak terkendali.

Sedangkan untuk PSBB sendiri, ada empat daerah di Kalimantan Selatan yang memberlakukannya, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala, demikian Nico Afinta.

Baca juga: Kasus COVID-19 Kalsel capai 438 orang, 45 meninggal

Baca juga: Menkes setujui PSBB tiga daerah di Kalsel

Baca juga: Jubir: Tak ada Perwali baru perpanjang PSBB tahap III di Banjarmasin

Baca juga: Kapolda Kalsel pantau penerapan jam malam PSBB Banjarmasin

Empat tersangka pemasok 300kg narkoba diancam hukuman mati

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2020