Ada kenaikan harga bahan pokok di DKI Jakarta pada Ramadhan ini

Foreign envoys wish Indonesian Muslims a happy, peaceful Eid al-Fitr
Pedagang menyortir cabai yang dijual, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan stok bahan pokok tersedia dengan harga yang stabil, bahkan relative turun menjelang Ramadhan tahun 2021. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp
Jakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memprediksi ada kenaikan harga dalam batas wajar atas bahan-bahan pokok saat Ramadhan hingga Idul Fitri 1442 Hijriyah.

"Harga beberapa pangan strategis dari Ramadhan sampai Idul Fitri pada bulan Mei 2021 diprediksi mengalami kenaikan dalam batas wajar dengan kisaran 1-5 persen," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati di Jakarta, Senin.

Harga eceran bahan pokok yang diprediksi mengalami kenaikan, yakni bawang merah dan bawang putih. Kenaikan pada Ramadhan dan Idul Fitri akibat peningkatan permintaan dan berkurangnya pasokan karena baru masuk masa tanam.

Kemudian daging ayam diprediksi mengalami kenaikan karena naiknya permintaan dan naiknya harga jagung sebagai bahan dasar pakan. Lalu daging sapi juga diprediksi mengalami kenaikan karena naiknya permintaan dan tingginya harga sapi impor.

Harga minyak goreng diprediksi juga mengalami kenaikan karena tingginya harga CPO. Sementara, harga pangan strategis lainnya cenderung aman.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Satgas Pangan terus memantau perkembangan harga harian pangan strategis, guna mendeteksi kemungkinan terjadinya peningkatan atau penurunan harga ekstrem berpotensi meresahkan masyarakat, agar segera dapat diantisipasi dan berkolaborasi dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP)-Kementerian Pertanian melakukan Gelar Pangan Murah," katanya.

Baca juga: Kenaikan harga bahan pokok di DKI dinilai masih wajar
Baca juga: Pemprov DKI pastikan stabilitas harga pangan terjaga selama Ramadhan
Sejumlah pembeli berbelanja di salah satu lapak sembako di Pasar Mitra Tani Kementerian Pertanian di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (1/4/2021). (ANTARA/Dewa Wiguna)

Meski demikian, Suharini mengatakan sesuai prognosa pangan strategis sampai menjelang Idul Fitri atau Mei 2021 diperkirakan stoknya dalam keadaan cukup. Beras diperkirakan surplus karena pada Maret dan April 2021 memasuki panen raya.

"Hasil koordinasi dengan BUMD dan OPD terkait, komoditas untuk komoditas bawang, cabai, daging ayam ras, telur ayam, gula dan minyak goreng diperkirakan juga akan tersedia dalam jumlah cukup," katanya.

Berdasarkan data yang didapatkan dari DKI Jakarta per 12 April 2021, harga beras rata-rata Rp9.761 hingga Rp12.447 per kilogram (kg), daging sapi murni Rp128.695 (naik Rp1.780) dan daging sapi has Rp132.790 (naik Rp1.540).

Harga daging ayam 41.627 per ekor (naik Rp514), telur ayam 24.739 (naik Rp664), cabai keriting Rp52.717 (turun Rp1.771), cabai merah besar Rp59.581 (turun Rp691) dan cabai rawit merah Rp80.065 per kg (turun Rp573).

Adapun harga bawang putih Rp29.978, bawang merah Rp35.608, gula pasir Rp13.891 dan minyak goreng memiliki harga Rp16.837 per kg (naik Rp2.741) yang merupakan kenaikan harga tertinggi.

Puasa pertama, harga bahan pokok di Jakarta fluktuatif

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2021