Dubes RI melihat keberadaan jejak Islam di Kuba

Foreign envoys wish Indonesian Muslims a happy, peaceful Eid al-Fitr
Seorang warga Muslim asal Kuba berdoa di sebuah rumah pribadi di Havana, Jumat (16/3). Diperkirakan sebanyak tiga ribu warga Kuba menganut Islam (FOTO ANTARA/REUTERS/Enrique de)
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kuba Nana Yuliana berkunjung ke masjid Abu Bakar Al-Siddiq di provinsi Holguin, yang berjarak sekitar 10 jam berkendara dari Havana.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat keberadaan dan jejak Islam di berbagai provinsi di Kuba, demikian disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Havana yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Nana diterima oleh Imam masjid Abu Bakar Al-Siddiq bernama Yunus yang didampingi istrinya Fatimah.

Baca juga: Dubes: Islam Indonesia efektif kikis Islamophobia di Eropa

Dubes Nana mendapatkan kesempatan untuk saling bertukar informasi mengenai Islam di Indonesia dan Kuba. Imam Yunus menceritakan sejarah masuknya Islam di Holguin dan pendirian masjid tersebut.

Imam Yunus juga menyampaikan bahwa ia telah menganut agama Islam sejak 15 tahun lalu.

Setelah memeluk Islam, Yunus kemudian berusaha untuk mendapatkan akses ke tempat ibadah di Holguin.

Melalui bantuan Liga Islam di Havana, masjid Abu Bakar Al-Siddiq di Holguin secara bertahap mulai membuka diri untuk menjadi tempat ibadah bagi komunitas Muslim.

"Memasuki bulan Ramadhan, kami berharap hubungan baik dengan masjid Abu Bakar Al-Siddiq di Holguin dapat terus dijalin ke depannya dan Islam dapat terus berkembang di Holguin dengan keberadaan Imam Yunus dan para jamaah masjid," ujar Dubes Nana.

Baca juga: Wapres sebut moderasi beragama di Indonesia mulai dilirik dunia
Baca juga: Tahun baru 1 Muharram, bagaimana muslim dunia merayakannya?

Jejak syiar Islam di Masjid Mungsolkanas Bandung

Pewarta:
Editor: Mulyo Sunyoto
Copyright © ANTARA 2021