Pemalang (ANTARA News) - Rumah Sakit Umum Daerah Ashari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, hingga malam ini masih dipenuhi keluarga korban yang menunggui jenazah korban ttabrakan Kereta Argo Anggrek dengan Senja utama, Sabtu.

Pada kecelakaan di sebelah barat Stasiun Petarukan itu, KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak dari belakang KA Senja Utama Jakarta-Semarang yang sedang berhenti.

Salah satu keluarga korban Imam Sadewa (61) mengatakan, baru mengetahui ada berita kecelakaan KA melalui tayangan televisi.

"Saat melihat berita tersebut, saya belum mengetahui bahwa keponakan saya yang bernama Budi Setyawan menjadi korban dalam peristiwa tersebut," katanya.

Dia mengetahui keponakannnya salah satu korban setelah dihubungi keluarga lainnya.

Selanjutnya, katanya, dirinya bersama istri korban, Dewi Anggraini, berasal dari Semarang menuju ke RSUD "Ashari" untuk mengecek kebenarannya.

Hingga saat ini, katanya, ibu korban belum diberi tahu karena sedang sakit.

"Budi yang bekerja di suatu bank di Jakarta meninggalkan satu anak usia empat tahun dan seorang istri yang sedang mengandung," katanya.

Ia mengatakan, sebelum kejadian tersebut Budi telah menunjukkan firasat yang aneh.

"Budi mengatakan kepada saya, kalau dia pengin pindah kerja ke Semarang karena di Jakarta lelah," katanya.

Hingga saat ini, Dewi yang istri korban, belum melihat jenazah suaminya itu.Dia terlihat hanya terdiam dan menangis.

Dia berharap, jenazah keponakannya itu secepatnya bisa dibawa pulang ke Semarang.
(ANT235/M029)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010