Jayapura (ANTARA News) - Pesan singkat melalui ponsel (SMS) yang berisi ajakan untuk memilih kandidat tertentu ramai beredar sejak Minggu malam sampai Senin dinihari, menjelang pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Jayapura, Senin pagi.

Isi SMS tersebut antara lain meminta kepada warga kota Jayapura untuk memilih pasangan kandidat calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Jayapura tertentu.

Seperti pengakuan Yulinda Safaar, salah seorang warga kompleks Youtefa, Kelurahan Yobe, Abepura, Jayapura, yang mendapat SMS hasutan memilih pasangan kandidat tertentu dalam Pilkada Kota Jayapura.

"Sedikittnya ada tiga kali SMS yang masuk ke ponsel saya. Tiga SMS itu berisi pesan berbeda dan untuk memilih calon Wali Kota Jayapura yang berbeda juga," terangnya.

Meski mendapat beberapa SMS hasutan, Yulinda Magdalen mengaku tidak akan mempengaruhi pilihannya dalam pemungutan suara.

"Saya sudah simpatik dengan pasangan kandidat calon tertentu, dan saya akan pilih mereka. Jadi SMS ini tidak berpengaruh buat saya," ujarnya.

Hal serupa dialami Ny Maria Taidini, yang memperoleh SMS ajakan untuk memilih kandidat tertentu.

"Nomor pengirim pesan juga berbeda, dan belum terdaftar di ponsel saya," terangnya.

Sebelumnya Penjabat Wali Kota JAyapura, mengimbau warga Jayapura untuk menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani. Dan jangan mudah terbujuk politik uang serta hasutan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dirinya juga berharap, warga Kota Jayapura agar menjaga ketertiban dalam pelaksanaan pemungutan suara Pilkada itu, sehingga tidak terjadi hal yang dapat mengganggu kepentingan umum.

Sedikitnya enam pasangan kandidat yang akan berkompetisi dalan Pilkada kota Jayapura, yakni pasangan Abisay Rollo/Reynalda Kaisiepo (nomor urut 1). Benhur Tomi Mano/Nur Alam (nomor dua), Musa Jan Youwe/Rustan Saru (nomor 3), Jan Hendrik Hamadi/Lievelyn Louisa Ansanay Monim (Nomor 4), Thobias Sollossa/Hariyanto (nomor 5) serta Pdt Fredick Toam/Jimmy Ansanay (nomor 6). (MBK/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010