Pengamat sebut mudik Lebaran 2022 lancar karena infrastruktur baik

Pengamat sebut mudik Lebaran 2022 lancar karena infrastruktur baik
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Dr Trubus Rahardiansyah. ANTARA/M Arief Iskandar/am.
Jakarta (ANTARA) -
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengatakan kondisi infrastruktur darat yang baik sangat memengaruhi kelancaran lalu lintas mudik Lebaran 2022.
 
"Mudik relatif berhasil. Pengaruh infrastruktur darat cukup besar. Infrastruktur berhasil memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sehingga mudik tidak menimbulkan kemacetan berhari-hari," kata Trubus kepada wartawan di Jakarta, Senin.
 
Oleh karena itu, Trubus memberikan apresiasi kepada pemerintah yang menurutnya berhasil menangani mudik Lebaran 2022.
 
Trubus mengatakan penyelenggaraan mudik berhasil padahal animo masyarakat untuk merayakan Lebaran 2022 di kampung sangat tinggi setelah dua tahun tidak bisa mudik. Dia mengakui di beberapa titik masih ada kemacetan, tapi bisa cepat diurai dengan baik.

Baca juga: Faldo: Kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi hasil persiapan mudik
 
"Keamanan juga relatif baik. Mudik tahun ini minim kecelakaan," kata dia.
 
Pernyataan Trubus tersebut menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.
 
Survei digelar pada 10-12 Mei 2022 melibatkan 1.245 responden. Sebanyak 76,7 persen responden mengaku sangat dan cukup puas dengan kinerja Presiden.
 
Meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden didorong keberhasilan penanganan COVID-19 dan penyelenggaraan mudik.

Baca juga: Menko PMK: Angka kecelakaan mudik 2022 turun 11 persen
 
Sebanyak 74,6 persen responden puas dengan penanganan pandemi dan 88 persen responden puas dengan pelayanan moda transportasi umum saat mudik. Dari sisi penanganan COVID-19, Trubus mengapresiasi pemerintah.
 
"Penanganan pandemi relatif berhasil. Kalau dibandingkan negara lain, bahkan Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, China, dan Malaysia, kita lebih baik," kata Trubus.
 
Menurut Trubus, kemungkinan ada faktor "nonhuman" sehingga pandemi di Indonesia lebih terkendali dibandingkan negara lain. Namun, dia menegaskan yang jelas kebijakan penanganan pandemi yang dibuat Presiden Joko Widodo jauh lebih baik.
 
"Kita tidak menerapkan 'lockdown', pemulihan ekonomi relatif berjalan, dan strategi berjalan. Dari dalam diri masyarakat ingin segera mengakhiri COVID-19, jadi relatif berhasil," katanya.

Baca juga: SMRC: 76,7 persen warga puas dengan kinerja Jokowi
 
Trubus mengatakan keberhasilan penanganan pandemi terkait keberanian presiden mendatang terkait vaksin Sinovac yang saat ini banyak diragukan. Bahkan presiden menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin.
 
"Jadi ada asas kepatuhan publik terhadap pemimpin yang bisa dipercaya," katanya.
 
Dia menyebutkan memang ada sebagian masyarakat yang menolak vaksin. Kemudian, kata dia, pemerintah mengambil kebijakan memberikan vaksin secara gratis.
 
"Dengan demikian masyarakat tidak terbebani. Itu yang mendorong masyarakat mau vaksin, termasuk kita ketat menerapkan peraturan untuk pelaku perjalanan. Itu bisa dianggap berhasil," katanya.
Pewarta:
Editor: Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2022

BPH Migas sebut distribusi BBM Lebaran 2022 terkendali