counter

Penyebab ban berdecit, dari kurang angin hingga mengemudi yang buruk

Penyebab ban berdecit, dari kurang angin hingga mengemudi yang buruk
Ilustrasi mobil yang dikendarai dengan kecepatan tinggi. (ANTARA/Pexels)
Jakarta (ANTARA) - Ban mobil biasanya berdecit ketika tapak ban bersentuhan dengan permukaan jalan untuk mendapatkan traksi.

Meskipun normal terjadi, ban berdecit juga dapat menjadi indikasi adanya masalah. Apabila ban berdecit saat mobil berbelok atau melaju dengan pelan, hal itu dapat terkait dengan masalah bantalan rem atau komponen suspensi yang aus.

Berikut beberapa faktor penyebab ban berdecit yang apabila tidak segera diatasi dapat menimbulkan masalah serius untuk kendaraan, sebagaimana disampaikan oleh Manajer Penjualan Nasional PT Hankook Tire Sales Indonesia Apriyanto Yuwono melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ban kurang angin

Kondisi tekanan angin yang kurang akan membuat ban rentan rusak dan membuat kemampuan traksi ban semakin buruk. Ketika mobil berbelok dalam kondisi tekanan angin ban yang kurang, tapak ban akan mencoba menemukan kontak yang tepat dengan permukaan jalan.

Karet ban akan melorot ke samping karena bentuk jalan yang berbelok dan membuat ban berdecit saat berbelok di tikungan. Oleh sebab itu, tekanan angin yang direkomendasikan yaitu 30-36 Psi untuk city car dan 35-40 Psi untuk SUV.

Baca juga: Kiat cegah "flat spot" pada ban kendaraan yang lama tak dipakai

Keausan yang tidak merata

Ketika keausan ban tidak merata, maka ban akan mengeluarkan suara berdecit bahkan sebelum melewati belokan. Untuk menghindari hal ini, ban perlu diperiksa secara berkala mulai dari balancing dan rotasi, tekanan angin ban, suspensi, hingga kondisi tapak paling luar.

Roda yang tidak sejajar

Jika salah satu komponen dari camber dan toe tidak sejajar, ban akan mengalami keausan tidak merata dan menyentuh permukaan jalan dengan posisi yang salah.

Perlu diingat juga bahwa penyelarasan roda berbeda dengan penyeimbangan ban. Penyelarasan roda akan mempengaruhi posisi suspensi, sementara penyeimbangan ban dilakukan dengan distribusi bobot di dalam ban.

Baca juga: Tips mudah rotasi ban mobil

Kerusakan sabuk mesin (fan belt)

Sabuk mesin yang rusak dapat ditandai dengan suara decit ban saat berbelok seiring dengan kecepatan yang meningkat. Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab kerusakan pompa power steering, yang ditandai dengan setir yang terasa berat saat dikemudikan.

Kebiasaan mengemudi yang buruk

Cara mengemudi yang buruk juga bisa menyebabkan ban berdecit. Pastikan untuk menghindari akselerasi dan pengereman mendadak sebab membuat karet ban menjadi kikis dan menyebabkan keausan.

Ketika melewati tikungan, pengemudi disarankan untuk tidak mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Perbedaan antara ban dan titik arah mobil akan menghasilkan suara berdecit dan suhu juga meningkat dengan cepat, yang bisa menyebabkan ban menua sebelum waktunya.

Baca juga: Lima langkah mengatasi suara "gluduk-gluduk" dari roda depan mobil

Baca juga: Lima langkah cek kondisi ban jika mudik dengan mobil pribadi
Pewarta:
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2023

Polrestabes Surabaya ungkap kasus jebak ban mobil dengan paku