Jakarta (ANTARA) - Pedagang parsel di Pasar Kembang Cikini mengatakan pemesan bingkisan lebaran terbanyak di sentra penjualan parsel di Jakarta Pusat itu adalah para pegawai kantoran.

"Ya kebanyakan dari perusahaan dan perorangan ya mungkin buat kolega mereka," kata salah satu pedagang parsel Pian (58) saat ditemui di Pasar Kembang Cikini, Kamis.

Pian menjelaskan saat penjualan parsel jelang lebaran sedang ramai, satu kantor bisa memesan hingga 70 parsel dalam sekali pesan.

Adapun parsel yang paling laris di tokonya adalah paket yang berisi barang-barang pecah belah seperti aneka piring dan gelas.

Baca juga: Pengamat budaya ungkap tradisi berkirim parsel sudah ada sejak lama

Senada dengan Pian, pedagang parsel lainnya bernama Endang (66) juga lebih banyak menerima pesanan bingkisan lebaran dari pegawai kantoran.

"Banyakan perusahaan, kalau perusahaan tuh istilahnya di atas 10 parsel (dalam satu pemesanan) buat ngirim ke relasi," ujar Endang.

Berbeda dengan Pian, parsel berisi aneka kue dan aneka barang pecah belah memiliki jumlah penjualan yang relatif sama. Tokonya menawarkan aneka parsel dengan harga berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp3 juta.

"Pecah belah sama makanan relatif orang kan yang belanja sesuka hati ada makanan ada pecah belah kayak gini," ucapnya.

Baca juga: Penjual keranjang parsel raup hingga Rp15 juta sehari jelang Lebaran
Suasana Pasar Kembang Cikini yang merupakan sentra penjualan parsel di Jakarta Pusat pada Kamis (28/3/2024). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)


Baca juga: 5 Ide Parcel Lebaran Cocok Untuk Keluarga dan Kerabat

Sementara itu, pedagang lainnya Siswanto (44) mengaku dagangannya tidak hanya laris oleh pegawai kantoran, tetapi juga ludes oleh bos-bos kantor dan pabrik.

"Mayoritas pembeli kantoran, bos-bos gitu buat ngasih client-nya dia kebanyakan. Pabrik juga ada sih dari Pulo Gadung," ucap Siswanto.

Menjelang hari raya lebaran, Siswanto mengatakan bahwa paket parsel yang dipesan oleh pegawai kantoran paling sedikit sebanyak 30 parsel dalam sehari. Sementara untuk pembeli perorangan rata-rata terjual 5 sampai 15 parsel per hari.

"(Parsel) yang paling ramai makanan, kombinasi, sama pecah belah murahan Rp300 ribu. Nanti 2 minggu sebelum lebaran biasanya udah ramai (penjualan) bisa 3-5 kali lipat," tutur Siswanto saat menjelaskan parsel yang paling laris di tokonya.

Memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan 1445 H, para pembeli parsel tampak memadati kawasan Pasar Kembang Cikini untuk berburu bingkisan hari raya lebaran. Para pedagang tampak menyiapkan parsel berisi aneka kue, piring dan gelas, hingga kombinasi keduanya untuk dijajakan kepada pelanggan.

Baca juga: Jejak tradisi hantaran dari masa kerajaan hingga masa kini

Baca juga: Parsel makanan produk paling diminati di Tokopedia jelang Lebaran

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024