Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Hasan Busyairi mengusulkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan dilakukan dengan penyesuaian menu.

“Jadi MBG tetap berjalan saja, tetapi kami mengusulkan menunya diubah agar bukan menu basah seperti biasanya, tetapi menjadi menu kering,” kata Hasan di Palangka Raya, Rabu.

Perubahan menu tersebut bertujuan agar makanan yang dibagikan dapat lebih praktis dan tidak mudah basi, mengingat siswa berpuasa dan tidak langsung mengonsumsi di sekolah.

Hasan menjelaskan, menu kering memudahkan siswa yang beragama Islam untuk membawa pulang paket MBG dan menyantapnya saat waktu berbuka puasa.

“Dengan menu kering, anak-anak bisa menyimpannya terlebih dahulu dan dimakan saat berbuka. Ini tentu lebih sesuai dengan kondisi Ramadhan,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov NTB dan BGN perkuat tata kelola program MBG

Selain penyesuaian menu, Hasan juga mengusulkan agar penggunaan ompreng atau wadah makan yang biasa digunakan diganti dengan kemasan yang lebih fleksibel untuk dibawa pulang.

Ia mencontohkan penggunaan tas sederhana seperti tote bag atau tas jinjing (berbahan kain) yang dinilai lebih praktis dan ramah lingkungan.

“Biasanya dibungkus pakai tas, seperti tote bag atau bungkus kain kecil. Hari Sabtu kan juga sudah ada yang pakai itu,” katanya.

Hasan menilai, kemasan yang bisa dibawa pulang juga akan meminimalkan sisa makanan serta menjaga kualitas makanan hingga waktu berbuka.

Ia menambahkan, usulan tersebut sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan, dengan penyesuaian teknis sesuai kondisi di lapangan.

Baca juga: Kemensos-BGN perluasan layanan SPPG untuk lansia dan disabilitas

“Setahu saya BGN memang memberikan kebijakan, bulan puasa tetap jalan. Hanya saja makanannya dibawa pulang dan dikonsumsi di rumah,” kata Hasan.

Sementara itu, Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Dadang Hendrayudha menyebut penyaluran Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan seperti hari biasa selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat untuk tetap memberikan MBG.

Ia menjelaskan selama Ramadhan menu yang akan disajikan berbentuk kering. Kendati demikian, mekanisme penyaluran kemungkinan akan ada perubahan.

"Kalau penerima manfaat misalkan mayoritas Islam, maka makanannya kering, bisa saja telur rebus, roti, buah, sehingga ketika pulang bisa dipakai sebagai takjil berbuka puasa," kata Dadang.

Namun kalaupun di tempat yang tidak mayoritas Islam, kemungkinan menu yang diberikan akan tetap seperti biasa dengan menggunakan nasi.

Baca juga: BGN: MBG tetap disalurkan selama Ramadhan, menu & penyaluran berubah
Baca juga: BGN: MBG dongkrak permintaan kedelai, perkuat hubungan RI-AS

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026