kita nanti cepat antisipasi kalau ada daerah tertentu yang harganya naik, kita langsung koordinasi dengan pemasok dan satgas pangan
Makassar (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan kementeriannya memaksimalkan sistem Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk mengendalikan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

"SP2KP setiap hari diupdate jadi tahu perkembangan harga, sehingga kita nanti cepat antisipasi kalau ada daerah tertentu yang harganya naik, kita langsung koordinasi dengan pemasok dan satgas pangan," ujar Mendag Budi saat meninjau harga dan ketersediaan pangan di Pasar Terong Makassar, Rabu.

Ia menjelaskan, Kemendag bersama kepala daerah, seluruh perangkat daerah hingga pemasok akan terus berkomunikasi melalui SP2KP.

"Sistem yang kita punya, itu akan ketahuan pasar-pasar mana di wilayah mana yang mengalami kenaikan. Nanti kalau ada kenaikan, maka segera kita intervensi kita koordinasi dengan komponen pemerintah daerah dan dengan pemasok," jelasnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan distributor pemasok. Hal ini diharapkan dapat mencegah harga dan stok pangan tetap dalam kondisi stabil.

"Kemarin kita sudah rakor dengan pemerintah daerah se-Indonesia dan juga para distributor (upaya pengendalian harga)," ujarnya.

Terkait peninjauan di pasar tradisional hari ini, Mendag yang didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bahwa secara umum harga dan stok pangan tetap stabil.

"Tadi kita cek harga-harga bagus ya tadi telur Rp30 ribu kemudian ayam Rp38 ribu padahal HET-nya Rp41 ribu, itu kan bagus," katanya.

 

Baca juga: Pengamat: Pemerintah berhasil stabilkan pangan lewat pantauan harian

Baca juga: Prabowo perintahkan Zulhas agar harga sembako tak naik hingga Lebaran

Baca juga: Bapanas: Sinergi bersama Polri perkuat pengendalian harga pangan

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026