Jakarta (ANTARA) - Healthy lifestyle advocate sekaligus pendiri SANA Studio Laila Munaf membagikan kiat menjaga nutrisi tubuh dan tetap aktif berolahraga selama bulan puasa agar kondisi tubuh tetap bugar dan tidak mudah lemas.

Dalam perayaan lima tahun program AIA Vitality di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis, Laila mengatakan kunci menjaga kebugaran saat puasa adalah memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan yang hanya bersifat memanjakan selera.

“Kalau aku sudah bisa puasa dari subuh sampai maghrib, makan kurma saja sebenarnya badan sudah terasa oke. Yang penting isi dulu dengan makanan yang memang dibutuhkan tubuh, seperti protein, serat, dan lemak baik,” kata Laila.

Baca juga: Ahli beri tips sehat dengan pola makan seimbang selama Ramadhan

Baca juga: Cara mengajarkan puasa pada anak, bertahap dan tanpa tekanan

Menurut dia, banyak orang mudah tergoda saat berbuka puasa karena melihat berbagai makanan menggugah selera dalam bentuk takjil bergula dan sarat tepung. Namun, ia menyarankan agar makanan yang masuk pertama kali ke tubuh adalah makanan yang bernutrisi agar rasa lapar dapat lebih terkendali.

Ia mencontohkan, menu sederhana seperti nasi dengan lauk berprotein seperti ayam atau telur tetap bisa menjadi pilihan, selama porsinya disesuaikan. Mengurangi porsi karbohidrat sederhana juga dapat membantu menjaga keseimbangan energi tubuh.

Setelah kebutuhan nutrisi dasar terpenuhi, seseorang masih bisa menikmati makanan favorit seperti gorengan atau takjil manis dalam porsi kecil sebagai bentuk keseimbangan.

(kiri-kanan) Chief Marketing Officer AIA Indonesia Kathryn Parapak, Group Chief Marketing Officer AlA Group Stuart Spencer, dan Healthy Lifestyle Advocate & Founder of SANA Studio Laila Munaf dalam acara AIA Vitality 5th Anniversary Media Iftar di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Niswah Qintara Rahmani.)
 

Laila menilai pendekatan tersebut lebih realistis dibandingkan membatasi diri secara ekstrem terhadap jenis makanan tertentu.

“Bukan berarti tidak boleh makan gorengan atau makanan manis. Tapi penuhi dulu yang tubuh butuhkan, baru kalau masih ingin, boleh ambil sedikit. Kalau dilarang total justru biasanya tidak bertahan lama,” ujarnya.

Selain memperhatikan asupan makanan, ia juga menekankan pentingnya kesadaran saat makan atau mindful eating, misalnya dengan tidak menggunakan gawai ketika sedang makan agar tubuh lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi.

Terkait olahraga selama puasa, Laila mengatakan kegiatan fisik tetap bisa dilakukan dengan menyesuaikan waktu dan intensitasnya.

Menurut dia, waktu yang cukup ideal untuk olahraga adalah menjelang waktu berbuka puasa, misalnya sekitar 30–45 menit sebelumnya, sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi terlalu lama.

Selain itu, olahraga ringan hingga sedang juga dapat dilakukan pada pagi hari setelah sahur karena energi dari makanan masih tersedia. Alternatif lain adalah berolahraga setelah berbuka ketika tubuh sudah mendapat asupan energi.

Ia menambahkan, bagi orang yang belum terbiasa berolahraga, bulan Ramadhan justru bisa menjadi momentum untuk mulai bergerak dengan aktivitas ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau pilates.

“Mulai saja dari yang sederhana, seperti berjalan lebih jauh sedikit saat beraktivitas. Ramadan itu bulan refleksi, jadi justru bisa jadi waktu yang tepat untuk mulai menjaga kesehatan,” katanya.

Namun, Laila mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri mengikuti tren olahraga yang berpotensi mengganggu waktu istirahat, seperti berolahraga sebelum sahur jika hal tersebut membuat waktu tidur berkurang.

Ia menekankan bahwa tujuan utama dari gaya hidup sehat adalah menjaga keseimbangan tubuh secara menyeluruh, termasuk cukup tidur, makan dengan sadar, dan tetap aktif bergerak.

Chief Marketing Officer AIA Indonesia Kathryn Parapak mengatakan AIA Vitality terintegrasi dengan produk proteksi AIA dan membantu nasabah membangun kebiasaan sehat yang terlindungi sehingga dapat menurunkan risiko kesehatan jangka panjang. Sejak diluncurkan pada 2021, program ini telah memiliki sekitar 10.000 anggota aktif dengan total langkah yang tercatat setara 30,3 juta kilometer serta akumulasi 292 juta poin, sementara anggota yang menjalani pemeriksaan kesehatan menunjukkan perbaikan indikator kesehatan seperti kolesterol, gula darah, tekanan darah, dan indeks massa tubuh.

 

Baca juga: 10 tips menjaga kebugaran dan kesehatan selama puasa Ramadhan

Baca juga: Kiat jaga berat badan di Ramadhan hingga debut Galaxy S26 series

Baca juga: Tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan

Pewarta: Ida Nurcahyani/Niswah Qintara Rahmani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026