Saat ini yang dioperasikan oleh subholding downstream tidak kurang dari 345 unit kapal dan bisa terus bertambah sesuai kebutuhanJakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) mulai dari armada kapal laut hingga jaringan SPBU menjelang Lebaran 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan untuk memastikan kesiapan tersebut, jajaran direksi melakukan peninjauan operasional di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026).
Kunjungan yang menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan 1447 H itu dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan rantai distribusi energi, mulai dari transportasi laut, distribusi mobil tangki, hingga pelayanan di SPBU.
Kunjungan dilakukan Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto dan Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga Bagus Agung Rahadiansyah di kapal LPG Gas Walio yang tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jateng.
Dalam kesempatan tersebut direksi berbincang dengan Kapten La Ode Abdul Syawal beserta kru kapal sekaligus meninjau fasilitas operasional kapal seperti cargo control room (CCR) untuk memantau proses bongkar muat LPG, engine control room (ECR) sebagai pusat pengawasan mesin kapal, hingga pengecekan main engine dan ruang nakhoda.
Arif Yunianto menjelaskan bahwa transportasi laut sangat berperan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
"Saat ini yang dioperasikan oleh subholding downstream tidak kurang dari 345 unit kapal dan bisa terus bertambah sesuai kebutuhan, baik untuk mengangkut minyak mentah, produk BBM, maupun LPG. Sekitar 60 persen distribusi LPG di Jawa Tengah di-support oleh kapal-kapal seperti ini," jelasnya.
Sementara, Bagus Agung Rahadiansyah atau yang kerap disapa Andi, menyampaikan apresiasi kepada para awak kapal yang berkontribusi besar dalam memastikan energi sampai ke seluruh wilayah Indonesia.
"Teman-teman di kapal ini adalah pahlawan di balik layar ekosistem energi nasional. Teman-teman semua yang membawa energi tersebut sampai ke pelosok Indonesia, yang membuat seluruh upaya ketersediaan energi bisa sampai ke masyarakat dan menghidupi perekonomian Indonesia," ucapnya.
Kapal Gas Walio merupakan kapal jenis carrier fully refrigerated dengan kapasitas muatan 13.000 metrik ton LPG.
Selain meninjau kapal, tambah Roberth, jajaran direksi juga mengunjungi SPBU 41.502.01 Ahmad Yani, Semarang, untuk melihat kesiapan layanan BBM bagi masyarakat menjelang mudik Lebaran.
Peninjauan meliputi pemeriksaan mobil tangki, pengecekan quality dan quantity (QQ) BBM, layanan mobil Serv-Q SPBU yang dilengkapi dengan peralatan pengecekan yang sama dengan perangkat QQ di SPBU.
Direksi pun melakukan peninjauan dengan melihat operasional road traffic control (RTC) mobil tangki di bawah kelola PT Pertamina Patra Logistik yang berfungsi memantau pergerakan mobil tangki BBM secara real time.
"Dengan sistem ini, distribusi BBM dari terminal menuju SPBU dapat dipantau secara terintegrasi dan memastikan pengiriman berjalan tepat waktu, aman, dan lancar," jelas Roberth.
Baca juga: Wamen Yuliot: Posko Nasional ESDM jadi pusat informasi masyarakat
Baca juga: Pertamina berikan diskon harga avtur dukung penerbangan Lebaran
Baca juga: Pertamina cari sumber impor alternatif di tengah dinamika Selat Hormuz
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026