"Pemerintah melalui Komdigi akan terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan bahwa layanan telekomunikasi tetap berjalan dengan lancar sepanjang periode Ramadhan dan Lebaran 2026," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Ismail pada acara pelepasan petugas di Jakarta, Jumat.
Satuan tugas yang dibentuk oleh Kemkomdigi bersama operator seluler XLSMART, Telkomsel, dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) ditugaskan untuk memantau kualitas layanan telekomunikasi di lokasi-lokasi strategis dari 13 sampai 29 Maret 2026.
"Kolaborasi ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk memberikan pengalaman mudik yang lebih baik dan lebih nyaman bagi masyarakat Indonesia," kata Ismail.
Satuan tugas pemantau layanan komunikasi antara lain ditempatkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Stasiun Gambir, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun KCIC Halim, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Petugas pemantau layanan komunikasi juga ditugaskan di Rest Area 57 (pada masa mudik) dan Rest Area 62 (pada masa pemudi balik), Pelabuhan Merak Banten (semasa mudik) dan Pelabuhan Bakauheni Lampung (pada masa pemudik balik), serta Pelabuhan Gilimanuk Bali (semasa mudik) dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (saat arus balik).
Di posko-posko tersebut, warga bisa mendapatkan informasi mengenai paket layanan telekomunikasi dari operator seluler dan melihat langsung alat pemantau telekomunikasi milik Kemkomdigi.
Baca juga: IAS turunkan 15.400 petugas pelayanan Lebaran di 35 bandara
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan, pemerintah juga melakukan pemantauan berkala di seluruh bandara serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) guna memastikan layanan telekomunikasi berjalan baik.
"Teman-teman Balmon terus akan bergerak untuk memastikan frekuensi yang digunakan oleh teman-teman operator itu aman," kata Wayan.
Seluruh hasil pemantauan terintegrasi ke Pusat Monitoring Komunikasi di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat.
Kemkomdigi juga menyiapkan Early Warning System (EWS) serta meningkatkan kinerja Call Center 112 yang tersedia di 190 kabupaten/kota di Indonesia guna mendukung penyelenggaraan layanan telekomunikasi bagi masyarakat.
Baca juga: Kemkomdigi jaga kestabilan sinyal telekomunikasi selama Lebaran 2025
Baca juga: Kemkomdigi lepas 1.500 petugas jaga komunikasi lancar di Lebaran 2025
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026