Salah satu tren yang menonjol adalah penggunaan warna-warna elegan seperti mahogani, stone grey, dan monokrom, yakni perpaduan hitam dan putih yang tetap menjadi favorit banyak orangJakarta (ANTARA) - Menjelang Idul Fitri 2026, tren busana Lebaran diprediksi menghadirkan perpaduan warna hangat dan lembut. Mulai dari nuansa mahogani yang elegan hingga butter yellow yang cerah, menjadi inspirasi dalam modest fashion tahun 2026. Busana sopan yang bisa dikenakan oleh perempuan berhijab maupun yang tidak itu pun perlu disesuaikan dengan potongan busana yang nyaman untuk dikenakan saat bersilaturahim di hari raya.
Pada tahun 2026, sejumlah tren modest fashion diprediksi menjadi inspirasi busana Idul Fitri 1447 Hijriah, mulai dari pilihan warna yang lembut hingga potongan busana yang nyaman dikenakan saat bersilaturahim.
Salah satu tren yang menonjol adalah penggunaan warna-warna elegan seperti mahogani, stone grey, dan monokrom, yakni perpaduan hitam dan putih yang tetap menjadi favorit banyak orang. Selain memberi kesan klasik, warna tersebut juga mudah dipadupadankan dengan berbagai model busana.
Tak hanya itu, busana dengan detail minimalis juga diperkirakan akan menjadi pilihan masyarakat. Aksen sederhana seperti bunga kecil, bordir halus, atau permainan tekstur kain mampu memberikan sentuhan artistik tanpa membuat tampilan terlihat terlalu ramai.
Ciki, sapaan akrabnya itu, yang kini aktif di industri modest fashion, menilai busana Lebaran sebaiknya tetap mengutamakan kenyamanan tanpa meninggalkan unsur gaya. Menurutnya, pasar masih menyukai desain yang feminin dengan motif bunga yang lembut, namun tetap terlihat classy dan tidak berlebihan.
Warna yang tidak terlalu mencolok juga dinilai lebih mudah dipadukan dengan berbagai gaya.
“Sebenarnya aku lebih suka baju-baju yang enak aku pakai dan aku lihat dan warnanya tidak terlalu mencolok, menyesuaikan selera pasar, termasuk memberi aksen bunga sebagai ciri khas,” kata Pemeran dan Model Indonesia Citra Kirana.
“Aku sudah mempersiapkan baju model loose untuk anak-anak dengan warna yang kalem yang bisa serasi dengan butter yellow, juga dilengkapi dengan flat shoes,” kata Antik kepada ANTARA.
Model pakaian yang longgar dengan warna yang senada dengan busana orang tua, saat ini tengah menjadi pilihan yang banyak diminati. Gaya busana keluarga atau sarimbit masih menjadi tren karena menghadirkan kesan kompak saat merayakan Idul Fitri bersama.
The Sacred Ascent merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan karya seni instalatif yang membangun suasana reflektif, hangat, dan penuh kebersamaan,” kata Halina, Leasing and Marketing Communication Director Senayan City.
Instalasi ini menampilkan komposisi struktur bertingkat, siluet lengkung monumental, serta permainan cahaya dan pola geometris yang menciptakan ambience Ramadhan yang khidmat sekaligus memukau secara visual. Dirancang sebagai pusat pengalaman Ramadhan bagi para pengunjung, The Sacred Ascent menghadirkan atmosfer yang elegan dan imersif, mengajak pengunjung merasakan perjalanan spiritual dalam balutan estetika modern.
Pertunjukan tersebut semakin memperkuat nuansa Ramadhan yang megah sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung dalam menikmati perpaduan antara seni, budaya, dan spiritualitas.
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026