Kunjungan kami ini untuk melihat bagaimana kesiapan penyaluran gas bumi melalui pipa kepada konsumen, utamanya menjelang perayaan Lebaran 2026 ini..,Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan penyaluran gas bumi di wilayah Jawa Tengah dalam kondisi aman memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan, pihaknya memantau langsung keandalan penyaluran gas bumi melalui pipa untuk industri maupun rumah tangga di Jawa Tengah.
Arief meninjau fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) Tambak Lorok dan ORF Tambak Rejo di Semarang, Jateng, pada 13-14 Maret 2026.
Arief mengatakan, kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan badan usaha dalam menjaga penyaluran gas bumi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri (Rafi) 2026.
Baca juga: BPH Migas dan APH segel SPBU di Jember diduga selewengkan BBM subsidi
"Kunjungan kami ini untuk melihat bagaimana kesiapan penyaluran gas bumi melalui pipa kepada konsumen, utamanya menjelang perayaan Lebaran 2026 ini. Sekaligus, kami mengapresiasi kinerja dari rekan-rekan badan usaha dalam menjaga performa operasional gas bumi, yang tidak hanya di periode Rafi, tetapi juga kesiapan harian," ujarnya.
Saat meninjau ORF Tambak Lorok, yang dioperasikan oleh PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), Arief mengatakan, infrastruktur ini menyalurkan gas bumi dari sektor hulu hingga hilir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri, komersial, jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga, hingga pembangkit listrik milik PT PLN di wilayah Jawa Tengah.
"Di KJG ini, meskipun pasokan gas bumi dari sumber Lapangan Kepodang tidak begitu besar, tetapi menjadi sektor strategis untuk Jawa Tengah yang disalurkan kepada stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), jargas, dan PLN," tuturnya.
Sedangkan, saat memantau ORF Tambak Rejo yang dioperasikan PT Pertamina Gas (Pertagas) Operation East Java Area, Arief menegaskan, keandalan infrastruktur gas bumi harus tetap terjaga selama periode Lebaran meskipun sejumlah industri mengurangi aktivitas operasional.
Baca juga: BPH Migas: Pertamina alihkan pasokan BBM di SPBU Jember yang disegel
"Selain industri, kesiapan penyaluran gas bumi kepada masyarakat melalui pelayanan jargas kota di Jawa Tengah harus dipastikan tidak ada gangguan," imbuhnya.
Arief pun mengapresiasi kinerja Pertagas dalam menjaga operasional distribusi gas bumi selama periode tersebut.
"Kami apresiasi kepada tim Pertagas yang masih bertugas menjaga pasokan gas bumi kepada masyarakat terus berjalan hingga nanti periode Rafi berakhir," ucapnya.
Pada kesempatan itu, KJG dan Pertagas menyatakan telah membentuk satuan tugas (satgas) selama periode Lebaran 2026 untuk memastikan keandalan sistem distribusi gas bumi.
Baca juga: Anggota Komite BPH Migas pastikan stok BBM RI aman
Satgas tersebut bersiaga selama 24 jam guna menjaga kelancaran penyaluran energi kepada pelanggan.
Pemantauan SPBU
Sementara, saat meninjau SPBU di Rest Area KM 379A Batang, Jateng, Arief juga memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) tersedia dan pelayanan berjalan baik bagi pemudik.
"Stok (BBM) di sini cukup, pelayanan juga baik. Dan, kami sampaikan apresiasi kepada PT Pertamina yang melayani masyarakat dengan setulus hati menyambut Rafi 2026 ini. Kami berkomitmen terus memantau keandalan BBM untuk menjamin kenyamanan pemudik yang sedang melakukan perjalanan ke daerah masing-masing," sebutnya.
Sales Area Manager Area Semarang PT Pertamina Patra Niaga Achmad Rifqi menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas tambahan selama periode Lebaran untuk menjaga pasokan energi di jalur mudik wilayah Jawa bagian tengah.
Baca juga: BPH Migas pastikan keandalan Kilang Dumai di tengah eskalasi Timteng
"Kesiapan Pertamina di layanan tambahan untuk wilayah Jawa bagian tengah ini meliputi tersedianya 309 SPBU yang buka selama 24 jam, tersedianya 59 mobile storage, 22 Pertamina Delivery Services (PDS) dan 22 SPBU modular di seluruh rest area," jelasnya.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026