Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menyebut pergerakan wisatawan nusantara menjadi salah satu faktor yang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional selama libur Lebaran.

"Masa liburan ini menjadi masa pergerakan wisatawan nusantara yang besar. Kami percaya dengan adanya pergerakan ini, biasanya ada dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang terjadi," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Made mengatakan perayaan besar seperti libur Hari Raya Idul Fitri biasanya menjadi waktu bagi masyarakat untuk melakukan mobilisasi secara besar-besaran dan serentak.

Banyaknya perjalanan dari pemudik maupun wisatawan akan memengaruhi sektor perekonomian seperti pendapatan UMKM yang bertambah dan pengeluaran untuk belanja yang lebih besar dari hari-hari biasanya.

Sebagai bentuk upaya memanfaatkan momentum tersebut, Kementerian Pariwisata telah menggaungkan kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Terdapat pula insentif berupa diskon tiket untuk berbagai moda transportasi yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah perjalanan.

Baca juga: Kemenpar-BPS perkuat sinergi data Tourism Satellite Account

Di samping itu, Kementerian Pariwisata juga mendorong semua pihak untuk bekerja sama dalam rangka menghadirkan libur Lebaran yang aman, nyaman, lancar dan menyenangkan. Termasuk bersama agen perjalanan daring (OTA) untuk melayani pengguna platform dengan sebaik mungkin serta asosiasi dalam industri pariwisata dalam menghadirkan paket-paket wisata menarik.

"Semoga wisatawan nasional yang biasanya keluar negeri pada masa ini bisa menikmati liburan di Indonesia saja. Sebagaimana kampanye dari Kementerian Pariwisata BBWI, bagian dari Bangga Berwisata di Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa libur Lebaran dapat menjadi daya ungkit karena preferensi pergerakan wisatawan nusantara dalam jumlah besar.

Mengutip data milik Kementerian Perhubungan, pada periode mudik Lebaran tahun ini diprediksi pergerakan masyarakat akan mencapai sebanyak 143,91 juta pergerakan atau turun sebesar 6,92 persen dibandingkan tahun 2025 dengan 154,62 juta pergerakan.

Data Kementerian Pariwisata juga mencatat pada libur Lebaran 2025 lalu kunjungan wisatawan mancanegara ada sebanyak 1.164.539 atau meningkat 9,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pengeluaran rata-rata (average spending per arrival/ ASPA) sebesar US$1.267 per kunjungan per wisatawan mancanegara.

Baca juga: Kemenpar ingin jadikan Jakarta sebagai destinasi wisata libur Lebaran

Sedangkan wisatawan nusantara mampu mengeluarkan rata-rata biaya libur Lebaran 2025 sebesar Rp1,2 juta per orang.

Dengan adanya potensi tersebut, Widiyanti menyampaikan Kementerian Pariwisata telah menyiapkan strategi dalam menyambut periode libur Lebaran di tahun 2026 seperti menyiapkan platform layanan informasi terpadu Halo Wonderful, guna melayani permintaan informasi, pengaduan, penyampaian aspirasi, hingga konsultasi dari masyarakat maupun stakeholder pariwisata.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata pun sudah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan promosi Business Matching & pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) serta Belanja di Indonesia Aja (BINA), yang dinilai akan mendongkrak daya beli masyarakat.

Termasuk menyiapkan kompilasi paket wisata libur Lebaran dan Idul Fitri 2026.

"Kami juga sudah menerbitkan surat imbauan kepada asosiasi industri pariwisata dan agen perjalanan daring (OTA) untuk penurunan harga tiket," katanya.

Upaya lain yang telah dilakukan yaitu melaksanakan berbagai acara (event) yang mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan event provinsi yang digelar selama periode Lebaran mulai 18 Februari sampai 29 Maret 2026. Dengan publikasi acara digencarkan pada media milik Kementerian Pariwisata.

Kementerian Pariwisata juga membuat landing page (halaman mandiri pada situs) di indonesia.travel mengenai paket wisata libur Lebaran dan Idul Fitri, serta melakukan pemantauan destinasi dalam rangka peninjauan kesiapan libur Lebaran 2026.

Baca juga: Menpar imbau warga tak buang sampah di destinasi wisata

Baca juga: Kemenpar dan asosiasi kolaborasi atasi lonjakan kunjungan saat Lebaran

Baca juga: Strategi Kemenpar dalam hadapi dinamika geopolitik global

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026