Banda Aceh (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan bantuan daging tradisi meugang untuk masyarakat terdampak bencana Aceh menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan menjadi yang kedua setelah sebelumnya diserahkan menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

"Ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh, terutama di tengah kondisi sebagian warga yang sedang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi,” kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem di Banda Aceh, Selasa.

Untuk diketahui, sebelum memasuki bulan puasa Presiden Prabowo membantu daging untuk masyarakat Aceh dengan anggaran sebesar Rp72,7 miliar, dan kali ini menjelang Idul Fitri kembali diberikan dengan nominal yang sama.

Adapun bantuan anggaran daging meugang dari Presiden sebesar Rp72,2 miliar kali ini didistribusikan untuk Kota Lhokseumawe Rp550 juta, Kabupaten Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Pidie Jaya Rp4,9 miliar, dan Aceh Timur Rp7,55 miliar.

Kemudian Kabupaten Bireuen Rp2,25 miliar, Kota Langsa Rp600 juta, Aceh Utara Rp19,55 miliar, Aceh Barat Rp1 miliar, Pidie Rp2 miliar, Aceh Tengah Rp6,05 miliar, dan Bener Meriah Rp4,55 miliar.

Baca juga: Baznas Bekasi salurkan delapan sapi kepada korban banjir Aceh

Lalu, Kabupaten Gayo Lues Rp4,3 miliar, Aceh Tenggara Rp2,25 miliar, Aceh Barat Daya Rp1 miliar, Kota Subulussalam Rp1 miliar, Aceh Besar Rp500 juta, Nagan Raya Rp1,45 miliar, Aceh Selatan Rp500 juta, serta Kabupaten Simeulue Rp250 juta.

Mualem mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi untuk tradisi meugang dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri untuk korban bencana di Aceh.

Menurut dia, ‎bantuan sapi tersebut merupakan bagian dari perhatian Presiden terhadap masyarakat Aceh, sekaligus dukungan terhadap pelestarian tradisi meugang yang telah mengakar kuat di Aceh.

‎“Kami atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang ini," ujarnya.

‎Ia menambahkan, dalam situasi pascabencana bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar dukungan terhadap tradisi. Bantuan ini dinilai menjadi bagian dari upaya membantu pemulihan sosial masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit.

Baca juga: 6.000 KK terdampak banjir Aceh Barat terima daging bantuan Presiden

‎Dia menilai kepedulian Presiden terhadap masyarakat Aceh menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek tanggap darurat dan infrastruktur, melainkan juga pada pemulihan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

‎“Kami sangat berharap Bapak Presiden dapat hadir di Aceh dan merayakan Idul Fitri bersama masyarakat. Kehadiran beliau tentu akan menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi rakyat Aceh,” kata Mualem.

‎Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyatakan pemerintah Aceh terus berkomitmen memonitor berbagai dinamika di lapangan terkait penanganan bencana agar seluruh tahapan penanggulangan berjalan optimal.

‎Bantuan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meringankan beban masyarakat. Pemerintah Aceh terus memastikan penanganan bencana hidrometeorologi berjalan dengan baik, termasuk dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat.

"Dengan adanya bantuan sapi dari Presiden, Pemerintah Aceh berharap masyarakat, khususnya yang terdampak bencana, tetap dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur," demikian Fadhlullah.

Baca juga: Ketua MPR: 1 juta rial dari Liga Muslim untuk Aceh rayakan "meugang"
Baca juga: 209 desa di Aceh Tamiang terima sapi meugang bantuan Presiden

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026