Jakarta (ANTARA) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut volume kendaraan mencapai sekitar 270 ribu kendaraan saat puncak arus mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret 2026.

“Seperti apa yang disampaikan oleh Pak Dirut Jasa Marga adalah puncak arus mudik tertinggi sepanjang sejarah kurang lebih 270.315 (kendaraan),” kata Agus di Gedung JMTC Jasa Marga, Jalan Akses Tol Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Jumat.

Maka dari itu, Agus mengatakan pihaknya memberlakukan berbagai rekayasa lalu lintas yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya guna menangani volume kendaraan yang meningkat.

Rekayasa lalu lintas itu di antaranya penutupan sementara Jalan Layang Tol Mohammed bin Zayed atau MBZ guna mencegah penumpukan kendaraan serta pemberlakuan contraflow secara bertahap.

“Oleh sebab itu, puncak arus yang cukup tinggi bisa kita kelola dengan baik, sehingga pada saat meninggalkan KM 70 (Tol Jakarta-Cikampek) sampai KM 414 (Kalikangkung, Semarang) ini lancar,” ucapnya.

Baca juga: Korlantas Polri resmi hentikan one way nasional di KM 70-KM 414

Lebih lanjut, jenderal polisi bintang dua itu mengatakan bahwa peristiwa kecelakaan menurun tiga persen dan fatalitas korban menurun sebesar 24,67 persen pada arus mudik tahun ini dibandingkan periode arus mudik tahun lalu.

“Ini tentunya akan kita pertahankan agar ke depan kita bisa mengelola berkaitan dengan keselamatan,” katanya.

Usai arus mudik berakhir, ia mengatakan bahwa pihaknya fokus pada pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, termasuk pengelolaan arus balik dan pengamanan objek-objek wisata.

Baca juga: Puncak arus balik Lebaran diprediksi pada 24 Maret

Baca juga: Korlantas Polri siapkan one way nasional pada puncak arus balik

Baca juga: Kakorlantas ungkap strategi pengelolaan arus balik Lebaran

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026