Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pedagang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, mengaku meraup keuntungan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026, meski tingkat keramaian dinilai tidak setinggi tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang warung kopi di kawasan terminal, Sakim (38), mengatakan jumlah pemudik yang melintas di terminal tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun lalu. Namun, hal itu tidak berdampak signifikan terhadap penjualan dagangannya.

“Memang enggak seramai tahun lalu, tapi pembeli justru banyak,” kata Sakim saat ditemui di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Kamis.

Ia mengungkapkan pada puncak arus mudik kemarin, omzet yang diperolehnya bisa mencapai sekitar Rp2,5 juta per hari.

Menurutnya, peningkatan penjualan dipicu oleh beberapa keterlambatan kedatangan bus akibat kepadatan lalu lintas, sehingga penumpang memilih membeli makanan dan minuman di warungnya.

“Biasanya karena bus sering telat, penumpang jadi nunggu lama. Akhirnya banyak yang beli kopi atau jajanan,” ujarnya.

Selain itu, Sakim menilai program mudik gratis (mutis) yang diselenggarakan pemerintah dan sejumlah instansi turut membantu peningkatan jumlah konsumennya.

Hal senada disampaikan Sari, pemilik toko kelontong atau warung madura di kawasan terminal. Ia mengakui bahwa arus mudik tahun ini memang tidak seramai tahun lalu, namun jumlah pembeli di warungnya relatif stabil.

“Masih cukup ramai (pembeli),” katanya.

Berdasarkan pantauan ANTARA, sejumlah gerai di Terminal Terpadu Pulo Gebang terlihat tutup. Kondisi ini disebabkan banyak pedagang yang memilih pulang kampung dan belum kembali ke Jakarta.

Komandan Regu (Danru) Terminal Terpadu Pulogebang, Badman Harahap membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan sebagian pedagang justru menutup usahanya sementara waktu karena mudik Lebaran.

Adapun arus balik di Terminal Pulo Gebang mulai menunjukkan peningkatan. Tercatat sebanyak 3.440 penumpang dengan 487 unit bus tiba hingga Kamis (26/3) pukul 12.00 WIB.

“Pada saat ini, bus yang tiba itu 487 unit, sedangkan penumpangnya 3.440 orang. Masih mengalir sampai sekarang di area kedatangan,” kata Badman.

Ia menyebutkan jumlah tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 4.340 penumpang dengan 626 bus.

Menurutnya, tren kedatangan pemilir terus menguat dan diperkirakan akan mencapai 5.000 hingga 6.000 orang hingga tengah malam.

“Ini makin ramai. Dari jam 00.00 sampai 12.00 sudah hampir 4.000 penumpang,” katanya.

Badman menambahkan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 28-29 Maret 2026, menjelang dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan sekolah di Jakarta pada 30 Maret.

Selain itu, kedatangan peserta program mudik gratis dalam beberapa hari ke depan juga diperkirakan akan menambah kepadatan di area terminal.

 

Baca juga: Masyarakat akui terbantu sejumlah program mudik gratis 2026

Baca juga: Pengelola sebut 3.440 pemilir tiba di Jakarta via Terminal Pulo Gebang

Baca juga: Lonjakan penumpang Whoosh diprediksi kembali terjadi pada 28-29 Maret

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026