Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat sinergi dan silaturahmi antara ulama dan umaro atau pemimpin di wilayah setempat dalam rangka kegiatan Safari Syawal Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Melalui Safari Syawal ini, kami ingin terus menjaga kebersamaan serta mempererat hubungan antara pemerintah dan para ulama sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat Jakarta Timur yang harmonis," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis.

Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antara ulama dan umaro di wilayah Jakarta Timur.

Rangkaian Safari Syawal diawali dengan kunjungan ke kediaman KH Munawir Aseli yang berlokasi di Jalan Masjid Al Husna, Tanah 80, Klender, Duren Sawit.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, rombongan disambut dengan baik. Momen tersebut dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan memperkuat hubungan kebersamaan usai Idul Fitri.

Lalu, rombongan melanjutkan kunjungan ke kediaman KH Dimyati Umar di Jalan Batu Ampar V, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam menjaga komunikasi yang harmonis dengan para tokoh agama, sekaligus mempererat sinergi dalam membangun masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Wali Kota beserta jajaran menjenguk KH Nuri Tahir yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Jayakarta, Kecamatan Cakung.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan turut mendoakan kesembuhan serta memberikan dukungan moril kepada ulama dan keluarga.

Menurut Munjirin, Safari Syawal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ulama.

Apalagi, kolaborasi yang baik antara kedua unsur tersebut sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat.

"Melalui Safari Syawal ini, kami ingin terus menjaga kebersamaan serta mempererat hubungan antara pemerintah dan para ulama sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat Jakarta Timur yang harmonis," jelas Munjirin.

Munjirin berharap kegiatan yang sarat akan kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial itu dapat terus terjaga, khususnya setelah perayaan Idul Fitri.

Dengan sinergi yang kuat antara ulama dan umaro, stabilitas sosial di Jakarta Timur diharapkan semakin kokoh.

Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat layanan kesehatan di pusat keramaian Lebaran

Baca juga: MUI ajak ulama dan umara bersatu hadapi gejolak dunia

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026