"Upaya peningkatan layanan kesehatan terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak, untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular seperti campak,"Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta kepada pemerintah agar pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak bisa menjadi prioritas dan bersifat konsisten.
Menurut dia, para pemangku kepentingan harus serius menangani hal ini demi mencegah ledakan kasus penyakit menular seperti campak yang membahayakan kesehatan masyarakat.
"Upaya peningkatan layanan kesehatan terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak, untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular seperti campak," kata Lestari di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga pekan ke-8 tahun 2026, kasus campak menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 di antaranya terkonfirmasi sebagai kasus campak, serta enam orang dilaporkan meninggal dunia.
Tak hanya itu, sebanyak 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tersebar di 29 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi. Daerah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Dia juga menyoroti program imunisasi massal yang tengah dijalankan pemerintah di 102 kabupaten dan kota. Menurut dia, upaya ini perlu didukung penuh oleh masyarakat agar berhasil menekan lonjakan kasus.
Dia pun mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan imunisasi lengkap. Beberapa di antaranya, kata dia, adalah rendahnya pemahaman orang tua tentang pentingnya imunisasi, kekhawatiran akan efek samping seperti demam, serta maraknya hoaks dan isu negatif seputar vaksin.
Selain itu, menurut dia, keterbatasan akses dan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah juga masih menjadi tantangan.
Untuk itu, dia berharap seluruh hambatan tersebut dapat segera diatasi melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat. Dengan begitu, upaya mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan bisa segera terwujud.
Baca juga: Pimpinan MPR: Program Satu Jam Berkualitas butuh dukungan semua pihak
Baca juga: Lestari: Pembelajaran daring untuk hemat BBM harus dipersiapkan matang
Baca juga: Pimpinan MPR: Kebhinnekaan modal untuk membangun bangsa
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026