Jakarta (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan diskon transportasi berupa potongan harga 30 persen dari harga tiket normal untuk mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, yang kini masih tersedia sekitar 7,5 persen dari total kuota yang disediakan pemerintah. 

“Kami mencatat penyerapan program Stimulus Ekonomi Diskon Transportasi kapal penumpang PELNI telah mencapai 92,5 persen dari total anggaran Rp42,3 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, program tersebut berlangsung sejak 11 Februari hingga kuota habis atau paling lambat untuk keberangkatan 5 April 2026.

Hingga 28 Maret 2026, kata dia, realisasi penumpang yang memanfaatkan diskon tersebut mencapai 431.705 orang atau sekitar 96,9 persen dari proyeksi sebanyak 445.534 orang pada periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.

Pada periode arus balik keberangkatan 23 hingga 28 Maret 2026, jumlah penumpang dengan harga diskon itu telah mencapai 114.345 orang, sedangkan untuk keberangkatan tertinggi arus balik penumpang yang menggunakan diskotN tersebut terjadi pada 28 Maret 2026, sebanyak 22.524 orang.

“Puncak arus balik secara keseluruhan diprediksi terjadi pada 2 April 2026, dengan proyeksi 27.009 penumpang,” ujar Ditto.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan tingginya animo masyarakat terhadap program diskon tersebut masih terus berlanjut, terlebih didukung oleh kebijakan Work From Anywhere atau WFA yang diberlakukan pada 25 hingga 27 Maret 2026.

“Kami terus memantau penyerapan program stimulus ekonomi diskon transportasi dan mengimbau masyarakat yang masih berencana mudik menggunakan kapal PELNI, dapat segera memesan tiket diskon melalui saluran resmi agar tidak kehabisan kuota,” tutur Ditto. 

Baca juga: Lebaran 2026, Pelni proyeksikan peningkatan jumlah penumpang 4 persen 

Baca juga: Pelni Jakarta catat nol kasus calo tiket selama periode Lebaran 2026 

Baca juga: Puncak arus balik diprediksi pada 2 April 2026

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026