Salah satu petugas kebersihan, Nur Ali (40) mengungkapkan, penumpukan sampah terjadi karena terganggunya alur pembuangan di Bantar Gebang.
"Antrean jadi panjang gra-gara longsor di Bantar Gebang itu. Jadi, semua kena dampaknya, awalnya dari situ," kata Ali di TPS Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin.
Ali menyebut, lokasi penampungan tersebut memang melayani kiriman sampah dari dua hingga tiga kecamatan di Jakarta Timur, sehingga ketika terjadi hambatan dampaknya langsung terasa luas.
Menurutnya, kondisi antrean panjang seperti ini tergolong tidak biasa. Dalam kondisi normal, proses pembuangan sampah berlangsung cepat tanpa antrean panjang.
"Biasanya paling setengah jam sudah selesai, nunggu lima sampai sepuluh menit juga langsung masuk dan pulang," ujar Ali.
Namun, menjelang Lebaran 2026, Ali mengaku harus mulai antre sejak dini hari dan baru bisa menyelesaikan pekerjaannya hingga siang hari.
"Saya kadang berangkat jam tiga pagi, keluarnya bisa jam 12 siang. Itu parah sebelum Lebaran, benar-benar antre dan selama itu," ujar Ali.
Antrean kendaraan bahkan sempat mengular hingga ratusan meter.
Ali menyebut panjang antrean bisa mencapai sekitar 200 meter dan menyebabkan penumpukan sampah seperti "gunung" di area penampungan.
Meski demikian, kondisi saat ini mulai berangsur normal.
Ali mengatakan, antrean sudah jauh berkurang dan proses pembuangan kembali berjalan lebih cepat.
Ali berharap, situasi ini bisa terus membaik dan kembali seperti sediakala.
"Harapannya normal saja. Jadi, kita datang tidak perlu antre panjang. Biar semua lancar," ujar Ali.
Tampak di lokasi, sejumlah gerobak sampah terlihat mengantre di TPS kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, yang viral di media sosial.
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @kabar.jaktim, gerobak-gerobak tersebut terparkir di jalur sepeda di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jatinegara.
Terlihat pula satu alat berat jenis shovel dikerahkan untuk memindahkan sampah ke dalam truk sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup sementara Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang setelah mengalami insiden longsor di sekitar area zona 4 pada Minggu (8/3/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menyampaikan penutupan sementara TPST Bantar Gebang berlangsung hingga proses evakuasi korban selesai dilakukan.
"Saat ini Zona 4 kami tutup total untuk proses evakuasi. Rata-rata sampah yang masuk itu 7.300 sampai 7.500 ton per hari dengan sekitar 1.200 rit truk," kata Asep saat meninjau titik longsor di Bekasi, Senin (9/3).
Pihaknya sedang berupaya untuk mencari titik buang pada zona lain agar tidak terjadi penumpukan sampah di Jakarta.
Sementara operasional pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel'atau RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara, juga terus diupayakan.
Baca juga: DKI minta petugas BPS RW perkuat edukasi pemilahan sampah
Baca juga: Awal baru Ibu Kota pascakegagalan pengelolaan sampah
Baca juga: Menteri LH minta DKI konsultasi ke PU teknis tutup TPST Bantar Gebang
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026